Tampilkan postingan dengan label kreatif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kreatif. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Maret 2018

[ Review ] Ponds White Beauty Spot Less Rosy White Daily Facial Foam dari HomeTesterClub


Hallo guys! Jadi sekitar satu minggu yang lalu aku dapat kiriman istimewa dari @hometesterclub (Instagram) sebuah produk kecantikan untuk di review di rumah. Produk yang dikirim oleh @hometesterclub adalah Ponds White Beauty Spot Less Rosy White Daily Facial Foam dan Sun Dullness Removal Facial Scrub

Ponds adalah produk yang kerap muncul di iklan televisi, sehingga kita sudah tidak asing lagi dengan produknya. Sebenarnya aku udah pake Ponds dari masa SMA. Awalnya Ibu yang pake Ponds duluan dan aku ikutan coba coba juga.
Sekarang mereka mengelurkan produk terbaru bernama Ponds White Beauty Spot Less Rosy White Daily Facial Foam dan Sun Dullness Removal Facial Scrub. Produk ini memiliki klaim baru bahwa dapat membuat wajah putih merona serta menyamarkan noda hitam dalam 2 minggu.
Sebelumnya aku ngucapin makasih banget buat @hometesterclub dan Kak Anna yang udah memberikan kesempatan buat mencoba produk ini di rumah. Nah, untuk review lengkapnya silahkan langsung disimak aja yaah! 😊

Minggu, 11 Maret 2018

Yukcobain Kosmetik Gratis [ Review Sariayu Putih Langsat Facial Scrub]

Assalamu Alaikum,


Hey cewek-cewek, siapa yang mau kosmetik gratis? Haha
Wanita mana sih yang gak mau diberi kosmetik gratis dan worth it juga. Nah, semuanya bermula dari iseng-iseng daftar jadi member website yukcoba.in. awalnya belum ngeh, ini website untuk apa. Dan ternyataaa, yukcoba in adalah salah satu website yang memungkinkan penggunanya untuk mendapat sebuah produk secara gratis untuk dicoba di rumah dan direview sesuai dengan apa yang kita rasain.
Begitu jadi member, mata saya langsung tertuju pada rangkaian produk kosmetik yang saat itu sedang ditawarkan, salah satunya adalah Sariayu Putih Langsat Facial Scrub. Setelah memilih produk, apabila kita berniat untuk menjadi salah satu reviewer kita harus mengisi beberapa syarat dari yukcoba.in. apabila kita beruntung, member yang terpilih bakalan dikabari lewat email. Nah, kita tinggal mengkonfirmasi deh kalo kita bersedia mereview, selanjutnya tinggal nunggu mas-mas ganteng ngetuk pintu rumah bawa produk yang bakalan di review. Hehehe, seru kan.
Sariayu Putih Langsat Facial Scrub merupakan produk pertama yang saya dapat dari yukcoba.in, lanjut ke reviewnya aja ya ladies, silahkan di simak!

Minggu, 14 Februari 2016

Tentang Hobi dan Bisnis

Hallo gengs!
Sudah gak tahu lagi, berapa lama ninggalin dunia per-blooger-an sampai akhirnya detik ini sadar lagi, kalo pernah punya blog. hehehe. Sawry!

memang semenjak masuk pasca sambil ngajar, hidup saya berubah jungkir balik. gak sempet mikir kalo pernah punya blog, pernah tergila-gila banget nulis disini. yang kepikiran cuma gimana review jurnal buat bahan thesis dan gimana ribet ngurusin rencana pembelajaran di kelas. dunia saya sepertinya sudah benar-benar berubah. inilah hidup! *tarik napas panjang*

sekembalinya nulis, saya pengen cerita sedikit. bukan sedikit sih, karena seperti biasanya endingnya pasti bakalan panjang. hahaha

ini tentang hobi dan bisnis.
sadar gak sadar akhir akhir ini saya sudah mulai merambah ke dunia ini, entah siapa yang mendoktrin dan siapa yang mempengaruhi.

tapi intinya,

sebenarnya saya juga gak ngerti, sejak kapan saya suka gambar. tapi yang jelas yang saya sadari dari dulu adalah saya suka coret coret gak jelas di setiap lembar entah kertas entah buku pada saat saya pegang bolpoin. naluri coret gak bisa dielakkan kalo udah pegang bolpoin atau pensil. al hasil disetiap lembar materi kuliah dan sekolah penuh dengan gambar coretan yang sebenarnya saya sendiri gak paham.

kalau saya boleh jujur, saya benar benar tidak bisa gambar. ini serius. tapi saya tipikal orang yang menyukai warna warna. saya tidak bisa menggambar karakter manusia sama sekali. tapi saya bisa menggambar apabila ada contoh karakter manusia itu. jadi lebih ke mencontoh/mengcopy tapi tentunya tidak bisa 100% mirip. jadi setiap kali orang orang bilang, wah kamu kok pinter gambar di kelas.. padahal aslinya banyak sekali yang lebih jago daripada saya,

sampai akhirnya suatu hari iseng buka instagram dan ketemu doodle. doodle apaan sih? saya awalnya juga tidak tahu apa itu doodle. yang saya tanggap pertama kali liat doodle adalah gambar -gambar lucu yang gak perlu terikat aturan tertentu, dan akhirnya sayapun tertarik.

doodle pertama yang saya buat adalah untuk sahabat saya bernama Dyah, pada saat dia ujian Skripsi tahun lalu. karena udah lama sahabatan dan pengen ngasih sesuatu yang beda dari bunga dan sebangsanya akhirnya kepikiran bikin doodle, yang tentunya ala kadarnya dan sebisanya.

setelah difoto, ( katanya anak sekarang kalo apa apa gakdifoto trus diupload ke sosmes biar dikata kekinian) ada yang comment "wah kok bagus, kok lucu, ini berapa?'. sampe ada yang nanya harga, padahal sama sekali gak kepikiran kalo ini bisa dijual.

doodle pertama yang dibuat dengan serius hehe


doodle yang biasa saya buat sejak skripsi kemarin cuma sarana meluapkan kekesalan dan kesepian nunggu PHP dosen pembimbing. pas sendirian dan bosen, iseng-iseng gambar, diwarnain. bukan untuk apa apa, tapi buat menghibur diri sendiri aja. beneraaaan!

bosen nunggu dosen

dan entahlah bagaimana semesta dengan skenarionya membuat saya kemudian menjalani bisnis kecil kecilan dari doodle ini. berawal dari promosi singkat broadcast BBM sampai upload hasil di instagram sampai sekarang sudah sekitar 25 pesenan doodle yang udah berhasil saya seleseikan. untuk hasilnya bisa langsung dilihat di IG saya, disini. hehehe

karena hasilnya juga tak bisa dipungkiri, lumayan untuk uang jajan dan tambahan ala ala anak kosan. teman teman saya akhirnya mendukung untuk semakin memperbesar usaha ini. jadi mahasiswa itu harus kreatif, untuk bertahan hidup. dan inilah salah satu caranya.

karena hobi yang paling menyenangkan adalah hobi yang dibayar. saya seneng bisa meluapkan emosi saya lewat gambar dan bisa menghasilkan uang. kerja keras, kerja ikhlas, kerja tuntas.

kalo kamu pengen pesen doodle juga biar kekinian juga, bisa hubungi saya langsung disini!

klik untuk memperbesar

dan ini beberapa karya karya doodle yang udah dipesan oleh teman teman saya.
Check this out!







gimana? berminat? contact me yah!

Sabtu, 30 Agustus 2014

Teacher’s Diary

Sudah ditetapkan, bahwa mulai tangal 18 Agustus 2014 kemaren  Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) resmi dilaksanakan. Sama artinya hari penderitaan buat gue dan temen temen gue yang lain dimulai.
Berkaca dari berbagai pengalaman senior yang lalu, mereka selalu bertutur bahwa , PPL gue belom bisa dikatakan berhasil kalo suara unyu gue dan teman teman seangkatan belom berubah jadi cepreng mirip bebek, serek kaya mobil kurang oli.
Dan setelah menjalani ini, gue sadar. Itu bener banget.


Mendidik adalah kewajiban setiap orang yang terdidik – Anis Baswedan

Kata kata itu, cukup sukses membuat gue tertohok. Mendidik adalah kewajiban setiap orang yang terdidik. Dan sekarang ini gue dalam status sebagai calon pendidik baru, yang mau gak mau dituntut untuk membuktikan bahwa gue bener bener orang yang terdidik.
Mengingat kembali kata kata itu, bikin gue merinding. Beban kerja gue, mendidik anak orang berasa udah kaya tugas negara yang wajib dijalankan dan kalo terjadi kesalahan akibatnya dosa. Iya, beneran. Sekarang gue jadi mikir ke situ situ.

Sejak melangkahkan hari senin di SDN Purwantoro 8 kemarin, mata gue seperti terbuka kembali. Mengingat masa lalu indah, kenangan indah kalo gue, seorang Putri Yunisda Mawarni juga pernah jadi siswa SD yang memakai seragam merah-putih dengan kaos kaki putih belel, sepatu hitamyang udah agak buluk karena terpakai setiap hari, tas yang nangkring dipunggung yang selalu berat karena penuh dengan isi materi mata pelajaran setiap hari.

Saat gue melangkah ke gerbang sekolah itu, gue inget saat gue pertama kali masuk sekolah kelas 1 SD. Dimana gue, yang masih 6 tahun udah berangkat rapi dari rumah dengan rambut berkuncir 2 lengkap dengan poni depan kebanggaan, tas rangsel berwarna pink bergambar apa dulu gue lupa, seragam kemeja putih yang masih kinclong karena kena korban iklan BaycL*n dan rok merah yang masih kedodoran dibawah lutut, tak lupa dengan sepatu hitam mengkilat yang pasti masih baru.berangkat ke sekolah dengan naik sepedah kecil berwarna oranye, yang entah dimana sekarang keberadaannya.

Mengingat muris-murid gue di pagi hari, membuat gue kembali ingat masa masa Sekolah Dasar yang kalo gue punya kesempatan selalu pengen gue ulang, dan selalu pengen gue terpenjara di waktu itu.
Seminggu pertama PPL, gue beserta 11 rekankerja gue mahasiswa PPL yang lain masih melakukan observasi di setiap kelas dari kelas 1 sampai kelas 6.
SDN Purwantoro 8 Malang terletak di Jalan Nikel. Kalo lebih mudah akses gue, dari kosan gue kudu lewat Lapangan Rampal belok kiri sampai arah Belimbing. Ketemu lampu merah, kalo ke kiri ke arah Suber Sambal dan Pizza Hut Ciliwung, gue kudu masih lurus sekitar 50 meter dan belok kanan. Seperti biasa, kalo kulih gue butuh waktu 20 menitan, untuk berangkat ke sekolah gue juga perlu waktu kurang lebih segitu.

halaman SDN Purwantoro 8

Tapi perbedaan PPL dan kampus, beneran kentara banget gue rasain. Kalo kuliah jam 6 pagi guebaru bisa bangun, kalo PPL ini jam 6 gue kudu harus berangkat. Kontras kan? Iya, sekali lagi. Gue udah bukan mahasiswa labil lagi, melainkan sekarang udah kudu siap siap berancang ancang menjadi seorang guru Sekolah Dasar.

SDN Purwantoro 08 Malang memiliki kira kira 15 orang guru dan staff dengan 330 siswa yang terbagi menjadi 8 kelas, 2 kelas paralel di kelas 1 dan 5.
Dulu gue beneran tipikal orang, yang gak pernah bisa membaur dengan anak kecil.kalo berhadapan dengan anak usia SD paling Cuma gue tanya nama, kelas berapa, selebihnya.. habis perkaara.
Tapi PPL ini, gue mulai berasa perlahan lahan diri gue berubah. Diawali dengan berpikir bahwa, oh.. ini loh yang dikerjakan oleh ayah danibu gue setiap hari selama hampir lebih dari 20 tahun, oh.. gini rasanya capeknya oang tua gue selama bekerja di sekolah.

Nginget itu, gue gak kuasa nahan tangis.

evaluasi siswa segambreng.. banyak banget

Baru 3 jam berdiri dengan sepatu berhak tinggi, kaki gue udah pegel, kram dan udah stres gak ketulungan. Gue udah ngeluh ini itu.. ngeluh capek, gak kuat lagi dan siap angka tangan ke kamera. Padahal abis dari sekolah kalo gue gak ada kulih langsung pulang dan tidur.
Kebayang gak, ibu gue yang notabene sebagai seorang guru juga harus full time di sekolah dari jam 07.00 sampai pulang, belom lagi kalo harus rapat dan ngurusin hal lain. Sampe dirumah harus menyeleseikan pekerjaan rumah, masak, ngerjain ini itu. Itupun gue sebagai anaknya masih aja bandel gak mau bantuin. Kurang kurang ajar apa coba gue hah?
Di sekolah, selama 20 tahun ini udah berapa ratus siswa aja yang udah ayah dan ibu gue berikan ilmu, udah berapa peluh aja yang menetes dari dahi mereka, udah berapa kenangan yang mereka buat bersama siswa-siswa mereka.
Semua pikiran itu tiba tiba terbesit di otak gue, saat kemaren gue pertama kali melakukan praktek di kelas 5A. Dengan jumlah 40 anak, yang berbeda karakter, berbeda tingkat intelegensi, gue memberikan sesuatu yang baru untuk mereka, apa? Ilmu.
Betapa senengnya ayah dan ibu gue ketika siswa-siswanya lulus, ketika mereka dapat nilai bagus, ketika mereka paham penjelasan kita, ketika mereka bisa meraih cita cita mereka. Dan itu gue renungkan sekarang.
Gue gak pernah berpikir, bahwa gue akan sampai di titik ini, dimana ilmu yang gue peroleh selama hampir 14 tahun sekolah ini bisa berguna untuk orang lain,
Gue gak pernah berpikir, gue yang takut sama anak kecil atau dulunya bahkan cenderung menjauhi mereka, dihormati dengan cara mereka selalu nyapa gue kalo ketemu baik di kantin, di luar kelas ataupun di luar sekolah, dihargai dengan cara pada saat mereka rame di kelas, mendadak mereka akan diem saat gue suruh, disayangi dengan cara diajak main bersama mereka ketika istirahat walaupun gue gak tahu peraturan mainnya dan mereka senantiasa akan menjelaskan aturannya ke gue.
Kepolosan mereka saat ngajak gue main, ngajak gue salaman, nyapa gue di jalan, sampe pada saat ulangan dimana gue kembali melihat anak-anak susah payah menutupi lembar kerja mereka agar tidak dicontek teman yang lain, keseriusan mereka saat menjawab soal ulangan dan segala celoteh mereka.

manik manik sebagai media pembelajaran praktek pertama

Itu semua nyadarin gue, kalo saat gue di usia mereka... gue juga seperti itu. Lucu banget.
Pengalaman gue praktik mengajar pertama di kelas 5 A, juga kembali membuka memory gue pada saat gue seusia mereka, kelas 5 SD.  Setiap kali teringat masa Sekolah Dasar, akan muncul satu orng yang akan selalu muncul pertama kali di dalam otak gue. Dia, cinta pertama.. yag sampai saat inipun masih sukses membuat gue tersenyum sendiri saat mengingatnya.

Dan secara kebetulan atau sesuatu yang telah direncanakan Tuhan secara diam-diam, gue kembali seperti melihat dia lagi di sosok seorang murid gue di 5A. Secara tampilan fisik, hampir sama. Kurus, berkulit putih, tinggi, dengan rambut potongan pendek dan baju yang selalu rapi. Dia yang pendiam, pinter dan kritis bener-bener mirip dengan cinta pertama gue itu.  Dan secara gak sengaja, dia sukses bikin gue terkenang masa masa dulu, dimana dia yang bahkan pernah ngajarin gue naik sepeda waktu kecil, dia yang selalu jadi ketua kelas, dia yang selalu menulis dengan tulisan tegak bersambung yang rapi, dia yang selalu datang ke sekolah paling akhir sebelum bel tanda masuk berbunyi, dia yang pernah berusaha mati-matian buat minta maaf ke gue gara gara ngacuhin gue seharian, dia yang selalu jadi saingan gue untuk jadi rangking 1 tapi dia selalu ngalah walaupun gue beneran tau dialah yang lebih pantes jadi juara pertama, dia yang marahin gue karena gue gak menang pada saat lomba mata pelajaran sedangkan dia menang, dia yang pernah jadi partner gue menjadi siswa teladan di Kabupaten, dia yang lebih tua dari gue 3 hari, dia yang terlihat pendiam padahal aslinya sangat cerewet, dia yang mendadak jadi benci banget sama gue semenjak gue ditaksir kakak kelas, dia yang selalu membuat gue penasaran bagaimana keadaannya sekarang, dan dia yang sampai detik inipun masih sering banget masuk ke dalam mimpi gue. Beneran, yang teakhir, gue gak ngerti.
Hey, aku kangen kamu.


oke, nyelfie sukaesih dulu biar tambah semangat!

Hanya dengan sebuah tempat, mampu membuka ribuan memory gue yang gue kira udah gue lupain, tapi memory ini kembali terbuka sekarang.

Jumat, 15 Agustus 2014

Super KKN ( Kuliah Kerja Nyata )

Hello gaes.

Terhitung.. udah .. umm.. ngg.. udah lama banget pokoknya sejak postingan gue yang terakhir tentang pengalaman ulang tahun gue 2 bulan lalu. Dan gue belom sempet nulis lagi, sorry juga.. gue gak bermaksud buat ngelupain blog unyu ini. Sampe beberapa waktu lalu, gue keinget janji yang gue bikin tentang ceritapengalaman super duper waow gue selama KKN.



Mungkin bukan Cuma gue yang KKN nya merupakan pengalaman yang menarik, tapi gak banyak yang mau nge-review KKN mereka selama hampir 50 hari itu. Dan sekarang gue bakalan ceritain tapi bakalan gue kemas dalam bentuk cerita versi gue.


KKN adalah Kuliah Kerja Nyata, sebagian dari mata kuliah yang harus diikuti oleh mahasiswa di kampus gue. Meskipun sebenernya gak semua jurusan ikut. Karena ini juga masuk mata kuliah wajib dalam jurusan gue, maka jumlah SKSnya pun juga lumayan. 4 SKS.
Oke, singkat cerita. KKN hampir sejenis kaya BIG Brother kalo lo pernah nonton TV. 22 orang mahasiswa dari berbagai jurusan dikumpulin di satu desa selama 50 hari dengan deretan program kerja di desa yang kudu dilaksanain.
Ada 15 cewek, yaitu
Ferdina, Putri, Diah, Debrina, Ika, Maya, Fila, Pramisya, Fafa, Kamil, Iza, Sida, Ratna, Amel, dan Betty

Sementara cowoknya:
Dedy, Dani, Prima, Aziz, Riza, Syirul dan Bagus



KKN kami berlokasi di Desa Sumberpasir, Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Letaknya sekitar 15 km dari Pusat Kota dan kurang lebih 4 km dari kampus gue. Tidak terlalu primitif, karena masih deket dengan SPBU, ATM dan Indomaret walaupun satu satunya di Sumberpasir.
Desa ini dibagi menjadi 4 dusun yaitu Kraja, Boto Putih, Ngrangin dan Gagakasinan. Rumah cewek dan cowokpun terpisah dusun. Mahasiswa cewek di dusun Krajan dan Mahasiswa Cowok di Dusun Gagakasinan yang sekaligus dijadikan tempat posko KKN kami. Desa Sumberpasir mayoritas
Seperti kehidupan biasanya, di awal- awal belom saling kenal. Gue Cuma kenal sama Ferdin yang notabene juga udah sohib gue  malem mingguan di Malang.
Rumah yang ditinggali para cewek cukup kecil untuk dihuni oleh 14 orang.


( lho? Kok 14 put? Yang satu kemana?)
Oh iya, sebelumnya gue belom cerita. Salah satu dari kami yaitu Betty atau yang sering kami sebut Mama Betty atau Mak sudah berkeluarga, bahkan udah punya seorang anak berusia 2 tahunan bernama Bintang yang cakep kaya mamanya. Jadi setiap hari Mama harus pulang-pergi dari posko ke rumahnya. Jam operasionalnya jam 08.00 sampe jam 15.00 diluar pelaksanaan program kerja.


Oke, balik ke awal cerita..
Rumah yang sempit, dengan 14 orang cewek, 2 kamar, tanpa dapur, dan satu kamarmandi awalnya sempet bikin kami was was sekaligus mikir keras gimana bisa satu kamar mandi bisa menujang kehidupan kami 50 harimendatang. Tapi yang namanya KKN, semuanya bisa. Iya, dibisa-bisain lebih tepatnya.
Diawal awal kehidupan, kami harus antri.. apa apa antri. Apalagi perkara kamar mandi. Mandi pagi merupakan problem terbesar dalam hidup kami. Siapa yang bangun duluan akan menjadi manusia yang dapat kehormatan mandi pertama, dan itu pukul 04.00 sodara sodara sekalian. Dan kebanyakan pada males buat jadi yang pertama. Gue? Gue yang unyu ini gak pernah jadi yang pertama tapi sering jadi yang terakhir.. haha. Langganan pertama biasanya adalan amel dan Debrina selebihnya nomer sekian.
Perkara tidur, berhubung rumah kami hanya punya 2 kamar kecil dan mengingat jumlah penghuni yang kaya pengungsi. Jadi kami putuskan untuk membagi 3 bagian untuk dijadikan tempat tidur. Kamar depan, kamar belakang dan ... ruang tamu.

Penghuni kamar depan adalah
IKA,PRAM, FILA, FAFA
( Cuma 4 orang karena di kamar ini barangnya bejibun)

Penghuni kamar belakang adalah
KAMIL, MAYA, IZA, SIDA, DIAH DAN RATNA
( muat 6 orang karena mereka pada kecil-kecil dan barangnya dikit dikit)
Sisanya?

FIX .. diruang tamu

DEBRINA, AMEL, FERDIN dan GUE ...


Meskipun kita tidur di ruang tamu, gak pernah sekalipun kami berasakan kesenjangan sosial, iri-irian kamar atau gimana. Karena manusia yang tidur diruang tamu menurut gue termasuk beruntung, karena ruang tamu paling luar dan paling ekstrim. Karenas ekaligus tidur dengan motor-motor. Iya, sekalian aja motor lu kelonin put. Yaa, maunya gitu emang. -___-


Dan sekian hari bersama sama cewek cewek ini, kami alhamdulillah banget gak pernah nemu-nemu konflik keras dan hampir bikin pecah. Satu kelucuan yang sampe sekarang masih kami terapkan adalah ngurutin tanggal lahir kami para cewek cewek dan manggil kakak untuk yang lebih tua. Urutannya gue gak inget bener, yang pasti FERDIN, GUE, DIAH, DEBRINA, IKA, FILA, MAYA sampai yang paling kecil SIDA.
Perkara makan, konsumsi.


Mungkin ini yang paling bisa diharepin dari sekian hal yang kami semua harus antri.
Di sebagian posko KKN di dunia mungkin mereka berusaha untuk masak makanan mereka sendiri, tapi berhubungan ketidak adaan dapur dan banyaknya faktor X lainnya termasuk faktor M... males, kami sepakat buat cathering untuk makan di Bu RT Gagakasinan yang rumahnya ditempati oleh mahasiswa cowok. Setiap hari kami makan 2 kali dengan lauk yang kami list sendiri tiap minggunya. Keuntungannya jelas, kami gak pernah kelaparan, kami gak perlu was was mikir mau-makan-apa-nanti pada saat proker berjalan, tapi faktor kelemahannya adaah duit keluar dompet deres banget. Iye, boros.. banget.
Tapi ya mau gimana, inilah HIDUP.. di KKN.


Di awal –awal yang kami masih sering banger makan bareng, seiring program kerja berjalan kami jadi makan pisah pisah dan gak saling nunggu yang lain.

Di awal-awal yang kami masih pada malu-malu buat duluan ambil nasi pas makan bareng, seiring program kerja berjalan kami juga harus mikirin siapa keluarga kami yang belum makan, lauk yang tersedia, jadwal piket yang berjalan dan semua yang harus kami tanggung bersama sama.


nemenin futsal anak cowok dan selalu menang hahaha

Satu hal yang sampe saat ini bikin gue senyum senyum sendiri saat inget itu yaitu..
Di suatu hari, setelah kami selesai kerja bakti persiapan program besar KRPL. Manusia ber 22 ini pada kelaparan setengah mati. Yang semula mikirin siapa-yang-belom-makan berubah menjadi ego gue-pokoknya-kudu-kenyang-sumpah-gue-laper-setengah-mati. Alhasil hanya 20 manusia yang berhasil mendapatkan nasi di piring unyu mereka masing-masing, sisanya Prima dan Syirul yang belakangan hadir hanya dapet tempat nasi kosong.
Disinilah solidaritas dan hati nurani kami semua terketuk. Karena miris sekaligus gak tega liat piring kosong mereka berdua, kami putuskan untuk membagi nasi yang sudah kami peroleh untuk bereka berdua. Barang satu sendok atau dua sendok kami sisihkan untuk Prima dan Syirul yang tidak berdaya. Hahaha..
Selain satu moment ini banyak banget moment moment menarik yang gak bisa gue lupain selama KKN dan selama program kerja.


Diantara 12 program kerja yang kami lakuin, kami harus tetep saling kerja sama, baik perkara internernal maupun eksternal diluar duit. Kalo duit diluar persoalan lagi..
1.    Program Kerja Ferdin Dan Bagus
PHBS sejenis kebiasaan hidup bersih untuk anak TK dan PAUD disana. Mulai dari gosok gigi, senam pagi sampek cuci tangan bersama.
2.    Program Kerja Ika dan Pram
Jumantik. Pelatihan Juru Pemantau Jentik untuk ibu Ibu PKK
3.    Program Kerja Gue dan Dedy
Penberdayaan Perpustakaan Sekolah Untuk Guru dan Siswa MINU Sumberpasir, serta tata cara administrasi perpustakaan.
4.    Program Kerja Iza dan Diah
Pengenalan perpustakaan mini untuk TK dan PAUD yang sama dengan Ferdin dan Bagus
5.    Program Kerja Kamil dan Ratna
Pemberdayaan Perpustakaan dan Sekolah untuk Guru dan Siswa SDN 02 Sumberpasir
6.    Program Kerja Dani dan Fila
Pemberdayaan dan pengenalan bahaya Narkotika untuk siswa SMKN 8 Muhammadiyah Pakis
7.    Program Kerja Aziz dan riza
Pembuatan dan pemberdayaan Blog Desa Sumberpasir
8.    ProgramKerja Debrina dan Betty
Pelatihan Dokter kecil untuk siswa MINU SUMberpasir
9.    Program Kerja Sida Dan Syirul
Pemberdayaan Dasawarga di Dusun Ngrangin Desa Sumberpasir
10. Program Kerja Amel dan Fafa
Pelatihan Administrasi kependudukan Dusun Ngrangin Desa Sumberpasir
11. Program Kerja Maya dan Prima
Senam lansia dan penyuluhan tanaman Toga untuk PKK Sumberpasir
12. Program kerja besar KRPL
Pemberdayaan Kawasan Ramah Pangan Lestari Sumberpasir

Dari semua program kerja kami, alhamdulillah semuanya berjalan dengan baik dan lancar. Program kerja inilah yang bisa bikin kita semakin dekat, akrab, dan kompak karena kami saling bantu mulai dari persiapan proker.

Misalnya, proker Maya dan Prima nih yang paling ekstrim. Proker mereka kudu berjalan 5 kali, beda sama yang lain yang sekali jalan langsung kelar.
Senam pagi lansia setiap kamis dan Minggu pagi. Dan itupun dimulai pukul 05.00 pemirsa, disaat selimut lagi manja-manjanya gak pengen dilepas. Kami semua harus ikut, tanpa terkecuali, antri sholat, antri mandi dan bareng-bareng buat senam.



Program kerja Debrina yang awalnya ada narasumber, yaitu salah satu temen gue tapi mendadak ngebatalin karena sakit. Kami semua kudu nge-handle langsung acara debrina tentang pelatihan dokter kecil ini dari awal sampai akhir.

Program kerja gue, yang semula oke fine dan siap goo.. mendadak acara dimajuin karena narasumber gabisa dan LCD yang dipake gak bisa nyala.  Gue Cuma bilang ke Syirul kalo gue butuh banyak bantuan laptop langsung dibawain semua laptop yang ada di posko buat tampilan slide power point peserta.
Program kerja besar KRPL yang ngeharusin kami menanam 1000 pohon cabe. Bibit dan tanah yang dibawa Kapten (dani), bagus, Pram, Dedi dan Mama dari Wajak kami serbu satu pick up sama sama dan berhasil selesei sebelum sore. Gilak, amazing! Amazing juga capeknya..


Gak bakalan cukup gu ketik semua pengalaman indah dan kenangan indah yang kami lalui bersama selama KKN di Desa Sumberpasir ini. Semua yang kami alami bersama, lelah, senang, kenyang dan laparsampek ngerayain ulang tahun 6 orang  bersama membuat kami tanpa sadar membentuk sebuah keluarga baru. Keluarga yang lengkap, karena selalu ada canda tawa, tangis dan kebahagiaan yang mengiringi.
Mungkin kalau kami ingin berterima kasih, kepada bapak ketua LP3M lah kami seharusnya mengatakannya. Karena ALLAH, lewat tangan beliau kami dipertemukan, kami dipersatukan, kami dibentuk menjadi keluarga. Dan bener kata beliau, diluar dari KKN ( yang hanya berisi Kisah Kasih Nyata) kami menemukan orang baru. Di masa masa kenal, kami serasa gak betah dan pengen cepet cepet udahan ngejalanin KKN ini, tapi udah mulai deket deketnya.. akrab-akrabnya, kompak-kompaknya.. mendadak dipaksa dipisahin. Dan itu bener bener nyakitin..




Jumat, 21 Februari 2014

Surat Dari Tanah Sebrang..

Beberapa hari yang lalu, gue dapet secarik pesan singkat via internet dari kakak Nicky, kakak kos gue yang udah pernah gue ceritain dulu gimana perjuangan nya ngrelain perhelatan wisudanya demi mengemban tugas negara menjadi seorang sarjana muda yang ngajar di pelosok negeri ini, di Ujung pulau Kalimantan

Dari agustus tahun lalu dia berangkat, terhitung sudah 6 bulan dia berjuang bersama kedua teman nya disana. Berjuang dengan satu misi.. mencerdaskan kehidupan bangsa.



Awalnya gue nge add pin BBM nya. Oh iya, gue lupa cerita kalo gue udah punya hape baru. Hahaha *kibas rambut*

Namanya Maxi, karena dia adalah andromax u3. Awalnya mau gue kasih nama maxtri tapi kesan nya gak oke, jadi gue perteges jadi Maxi aja.

Singkat cerita, kita saling tuker kabar.. gimana dia disana dan kabar kami disini. Dia juga sempet nanyain apakah abu erupsi gunung kelud di kediri nyampe sini? Dan alhamdulillah Allah masih selalu melindungi kami. Kami aman.

gue juga sempet tanya tanya gimana keadaan sekolah disana, gimana lingkungannya, gimana murid muridnya. dia njelasin kalo dia ngajar di SMA Negeri 1 Krayan, Nunukan Kalimantan Timur.

terhitung udah 6 bulan program SM3T yang dia laksanain ini berjalan, dan itu artinya perjuangan kerasnya tinggal 6 bulan lagi.

Sekolah kakak kos gue terdiri dari sekitar 40 guru dan siswanya juga sekitar 200 an. lumayan banyak, karena sekolah ini juga termasuk di pusat kota. dari program SM3T, mbak kos gue bersama tiga temennya nempatin sebuah rumah kontrakan yang udah disiapin disana. menurut cerita, dia ngajar siswa siswa kelas sepuluh dan sebelas SMA. mbak Nicky ngajar mata pelajaran Kewarganegaraan sesuai dengan jurusannya dulu, ditambah dengan seni rupa menggambar karena basicnya dia pinter nggambar.

Mbak Nicky yang pake kaos barong pink :D



kemaren iseng iseng, mbak Nicky pasang DP di BBMnya dengan tampilan dia bersama 2 orang cowok dan 1 orang cewek. karena penasaran langsung gue chat dia.

Me : Mbak, salam buat yang pake kaos item mbak hehe
Her : hahaha oke dek. murid muridku disini lucu lucu dek makanya aku betah. itu yang baju item arek jawa loh dek
Me : lho masa mbak? kok kaca cina? namanya sapa mbak?
Her: Blesteran dianya, dayak jawa haha. namanya Yabes Yada Elroy Sinukaban



Me : Beuh.. gak kurang panjang itu nama mbak? hahaha
Her : panggilannya elroy. Roy aja ding. dia muridku yang paling gatau diri, kurang ajar. aku kaya gak dianggep gurunya, dek haha
Me : Masa tengil gitu a mbak? kok keliatannya pendiem?
Her : apanya dek .. fotonya doang yang diem. dia sebenarnya pinter, kalo di rumah sama ibuknya pendiam dan nurut banget, tapi kaloudah di sekolah kaya tuyul. usil banget. wkwkwk. itu mah di sini masih termasuk standart mbak, masih banyak yang lebih ganteng loh ahahaha.
Me : Wah . ahahaha. Kelas berapa dia mbak?
Her : Baru kelas 2 SMA dia

dan chatingan pun terus berlanjut sampe bahas kalo murid murid di sana rata rata bergadget super bagus, minimal hape mereka i-Phone dan S4. kebayang gak, kalo menurut gue, itu dua merk hape udah termasuk dewa banget. disanamah rasanya biasa pake itu. karena kata mbak Nicky mereka cenderung seneng belanja ke Malaysia dari pada di Indonesia, gimana gak access mereka lebih mudah ke Malaysia daripada di negara sendiri. 

gilak! kebayang gak kalo ke sekolah aja kudu ngelewatin jalan yang sebegininya?

tuh gedung sekolahnya yang kaya rumah panggung. ini sikon pas mbak Nicky ngehukum muridnya yang gak bawa buku gambar


di Indonesia, mereka jauh dari kota jadi mau gak mau mereka lebih sering pergi ke Malaysia buat beli-beli barang barang keperluan mereka. orang orangnya udah putih putih, cantik cantik, ganteng - ganteng dan kaya kaya. tapi yang bikin gue prihatin adalah sarana dan prasarana di sana. kalo lo liat sekolahnya, sekolahnya masih rumah panggung ala di film Laskar Pelangi, dan jalur darat ke sekolah mereka super rusak, apalagi kalo ujan gini. yasalam -__- gemes pengen jejerin itu semua gadget mereka di tanah buat gantiin aspalnya deh, beneran.


keesokan harinya, mbak Nicky kembali ngechat BBM gue.

ini BBM mbak Nicky ke gue

Her : Dek, udah tak sampein salamnya ke Roy, dek hahaha
Me : hahaha makasih mbak. salam juga buat temen temen seperjuangan sampean disana. Keep fight!
Her : Iya dek.
Lalu mbak Nicky ngirimin sebuah foto ke gue

ini nih, si Tengil Roy!


Her : ini foto dia, dek hari ini.  buat dikirim ke kamu, dek hehe
Me : hahaha, ternyata narsis juga dia mbak. tak kirain pemalu dianya
Her : Pemalu? blas gak ada malu malunya dek, malahan malu-maluin iya.  trus ya dia gak mau difoto pake kamera biasa, maunya pake kamera 360 trus effectnya kudu dia sendiri yang milih. bener bener ngeselin.
Me : emasa sih mbak? ampe rempong gitu? hahaha
Her : iya dek. aku udah gak dianggep guru sama dia.
Me : emang sih mbak, kalo diliat liat dari foto foto sampean, sampean kaya seumuran sama mereka. cocok kaya temen, bukan guru. Orang yang gak tau pasti bakalan nganggep itu temen temen sampean mbak hahaha
Her : hahaha berarti aku awet muda yaa
Me : iya mbak hehe
Her : etapi, seapapun enaknya disini. aku tetep pengen pulang dek. kangen rumah, kangen kalian di kos, kangen pacar hhehe
Me : iya mbak, seenak enaknya disana pasti bakalan jauh lebih nyaman di rumah sendiri, di tempat asal sendiri. makanan apa yang sampean kangen banget mbak?
Her : umm.. bakso pak koboi depan UM, bakso SMS dan indomaret hahaha
Me : oiya mbak, sampean kemaren ditanyain mas mas indomaret mbak, katanya nanyain sampean kemana aja kok lama gak nongol. tak bilang sampean ikut SM3T. sampean dapet salam juga hahaha
Her : mas mas yang mana? yang ganteng? hahaha iya, salam balik buat masnya dek

…

dan chatingan pun berlanjut sampe bahas bahas kisah kisah kami dulu pas bareng bareng dikosan, makan bareng, masak bareng, maen bareng, ke JAtim Park bareng, ke nikahan mbak Kristin bareng sampe sekarang mbak Kristin udah punya anak. dan semua itu bener-bener unforgetable moment banget.

perjuangan para Sarjana Muda itu sudah setengah jalan. 6 bulan telah terlewati, dan itu artinya 6 bulan lagi mereka telah berhasil menyeleseikan mengemban tugas mulia dan kembali ke tanah asal mereka untuk melanjutkan cita-cita. meninggalkan tanah kelahiran menuju tanah seberang untuk mencerdaskan anak bangsa.

oiya, pernah denger kalimat ini gak?

MERANTAULAH, DAN KAU AKAN TAU KEMANA NANTI KAU HARUS PULANG.

Mbak Nicky, MAs Toha dan Mas Itto hanyalah contoh dari sarjana sarjana muda yang tergugah hatinya untuk bergerak demi mencerdaskan anak bangsa, anak bangsa yang tinggal didaerah yang tak terjamah gemerlapnya hingar bingar ibukota, anak bangsa yang kelak akan menjadi pemimpin di masa yang akan datang.

gue yakin, pengalaman ini gak bakalan pernah mereka lupakan seumur hidup. pengalaman yang bakalan bikin mereka tersenyum dan menangis sendiri saat mengingatnya, dan pengalaman bahwa mereka bisa berguna untuk anak anak penerus bangsa. mungkin beberapa tahun lagi, salah satu dari anak didik mereka di pelosok terpencil itu akan menjadi Presiden. tidak ada yang tidak mungkin bukan?



 

Beautiful Days Template by Ipietoon Cute Blog Design