Tampilkan postingan dengan label Organisasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Organisasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Agustus 2014

Super KKN ( Kuliah Kerja Nyata )

Hello gaes.

Terhitung.. udah .. umm.. ngg.. udah lama banget pokoknya sejak postingan gue yang terakhir tentang pengalaman ulang tahun gue 2 bulan lalu. Dan gue belom sempet nulis lagi, sorry juga.. gue gak bermaksud buat ngelupain blog unyu ini. Sampe beberapa waktu lalu, gue keinget janji yang gue bikin tentang ceritapengalaman super duper waow gue selama KKN.



Mungkin bukan Cuma gue yang KKN nya merupakan pengalaman yang menarik, tapi gak banyak yang mau nge-review KKN mereka selama hampir 50 hari itu. Dan sekarang gue bakalan ceritain tapi bakalan gue kemas dalam bentuk cerita versi gue.


KKN adalah Kuliah Kerja Nyata, sebagian dari mata kuliah yang harus diikuti oleh mahasiswa di kampus gue. Meskipun sebenernya gak semua jurusan ikut. Karena ini juga masuk mata kuliah wajib dalam jurusan gue, maka jumlah SKSnya pun juga lumayan. 4 SKS.
Oke, singkat cerita. KKN hampir sejenis kaya BIG Brother kalo lo pernah nonton TV. 22 orang mahasiswa dari berbagai jurusan dikumpulin di satu desa selama 50 hari dengan deretan program kerja di desa yang kudu dilaksanain.
Ada 15 cewek, yaitu
Ferdina, Putri, Diah, Debrina, Ika, Maya, Fila, Pramisya, Fafa, Kamil, Iza, Sida, Ratna, Amel, dan Betty

Sementara cowoknya:
Dedy, Dani, Prima, Aziz, Riza, Syirul dan Bagus



KKN kami berlokasi di Desa Sumberpasir, Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Letaknya sekitar 15 km dari Pusat Kota dan kurang lebih 4 km dari kampus gue. Tidak terlalu primitif, karena masih deket dengan SPBU, ATM dan Indomaret walaupun satu satunya di Sumberpasir.
Desa ini dibagi menjadi 4 dusun yaitu Kraja, Boto Putih, Ngrangin dan Gagakasinan. Rumah cewek dan cowokpun terpisah dusun. Mahasiswa cewek di dusun Krajan dan Mahasiswa Cowok di Dusun Gagakasinan yang sekaligus dijadikan tempat posko KKN kami. Desa Sumberpasir mayoritas
Seperti kehidupan biasanya, di awal- awal belom saling kenal. Gue Cuma kenal sama Ferdin yang notabene juga udah sohib gue  malem mingguan di Malang.
Rumah yang ditinggali para cewek cukup kecil untuk dihuni oleh 14 orang.


( lho? Kok 14 put? Yang satu kemana?)
Oh iya, sebelumnya gue belom cerita. Salah satu dari kami yaitu Betty atau yang sering kami sebut Mama Betty atau Mak sudah berkeluarga, bahkan udah punya seorang anak berusia 2 tahunan bernama Bintang yang cakep kaya mamanya. Jadi setiap hari Mama harus pulang-pergi dari posko ke rumahnya. Jam operasionalnya jam 08.00 sampe jam 15.00 diluar pelaksanaan program kerja.


Oke, balik ke awal cerita..
Rumah yang sempit, dengan 14 orang cewek, 2 kamar, tanpa dapur, dan satu kamarmandi awalnya sempet bikin kami was was sekaligus mikir keras gimana bisa satu kamar mandi bisa menujang kehidupan kami 50 harimendatang. Tapi yang namanya KKN, semuanya bisa. Iya, dibisa-bisain lebih tepatnya.
Diawal awal kehidupan, kami harus antri.. apa apa antri. Apalagi perkara kamar mandi. Mandi pagi merupakan problem terbesar dalam hidup kami. Siapa yang bangun duluan akan menjadi manusia yang dapat kehormatan mandi pertama, dan itu pukul 04.00 sodara sodara sekalian. Dan kebanyakan pada males buat jadi yang pertama. Gue? Gue yang unyu ini gak pernah jadi yang pertama tapi sering jadi yang terakhir.. haha. Langganan pertama biasanya adalan amel dan Debrina selebihnya nomer sekian.
Perkara tidur, berhubung rumah kami hanya punya 2 kamar kecil dan mengingat jumlah penghuni yang kaya pengungsi. Jadi kami putuskan untuk membagi 3 bagian untuk dijadikan tempat tidur. Kamar depan, kamar belakang dan ... ruang tamu.

Penghuni kamar depan adalah
IKA,PRAM, FILA, FAFA
( Cuma 4 orang karena di kamar ini barangnya bejibun)

Penghuni kamar belakang adalah
KAMIL, MAYA, IZA, SIDA, DIAH DAN RATNA
( muat 6 orang karena mereka pada kecil-kecil dan barangnya dikit dikit)
Sisanya?

FIX .. diruang tamu

DEBRINA, AMEL, FERDIN dan GUE ...


Meskipun kita tidur di ruang tamu, gak pernah sekalipun kami berasakan kesenjangan sosial, iri-irian kamar atau gimana. Karena manusia yang tidur diruang tamu menurut gue termasuk beruntung, karena ruang tamu paling luar dan paling ekstrim. Karenas ekaligus tidur dengan motor-motor. Iya, sekalian aja motor lu kelonin put. Yaa, maunya gitu emang. -___-


Dan sekian hari bersama sama cewek cewek ini, kami alhamdulillah banget gak pernah nemu-nemu konflik keras dan hampir bikin pecah. Satu kelucuan yang sampe sekarang masih kami terapkan adalah ngurutin tanggal lahir kami para cewek cewek dan manggil kakak untuk yang lebih tua. Urutannya gue gak inget bener, yang pasti FERDIN, GUE, DIAH, DEBRINA, IKA, FILA, MAYA sampai yang paling kecil SIDA.
Perkara makan, konsumsi.


Mungkin ini yang paling bisa diharepin dari sekian hal yang kami semua harus antri.
Di sebagian posko KKN di dunia mungkin mereka berusaha untuk masak makanan mereka sendiri, tapi berhubungan ketidak adaan dapur dan banyaknya faktor X lainnya termasuk faktor M... males, kami sepakat buat cathering untuk makan di Bu RT Gagakasinan yang rumahnya ditempati oleh mahasiswa cowok. Setiap hari kami makan 2 kali dengan lauk yang kami list sendiri tiap minggunya. Keuntungannya jelas, kami gak pernah kelaparan, kami gak perlu was was mikir mau-makan-apa-nanti pada saat proker berjalan, tapi faktor kelemahannya adaah duit keluar dompet deres banget. Iye, boros.. banget.
Tapi ya mau gimana, inilah HIDUP.. di KKN.


Di awal –awal yang kami masih sering banger makan bareng, seiring program kerja berjalan kami jadi makan pisah pisah dan gak saling nunggu yang lain.

Di awal-awal yang kami masih pada malu-malu buat duluan ambil nasi pas makan bareng, seiring program kerja berjalan kami juga harus mikirin siapa keluarga kami yang belum makan, lauk yang tersedia, jadwal piket yang berjalan dan semua yang harus kami tanggung bersama sama.


nemenin futsal anak cowok dan selalu menang hahaha

Satu hal yang sampe saat ini bikin gue senyum senyum sendiri saat inget itu yaitu..
Di suatu hari, setelah kami selesai kerja bakti persiapan program besar KRPL. Manusia ber 22 ini pada kelaparan setengah mati. Yang semula mikirin siapa-yang-belom-makan berubah menjadi ego gue-pokoknya-kudu-kenyang-sumpah-gue-laper-setengah-mati. Alhasil hanya 20 manusia yang berhasil mendapatkan nasi di piring unyu mereka masing-masing, sisanya Prima dan Syirul yang belakangan hadir hanya dapet tempat nasi kosong.
Disinilah solidaritas dan hati nurani kami semua terketuk. Karena miris sekaligus gak tega liat piring kosong mereka berdua, kami putuskan untuk membagi nasi yang sudah kami peroleh untuk bereka berdua. Barang satu sendok atau dua sendok kami sisihkan untuk Prima dan Syirul yang tidak berdaya. Hahaha..
Selain satu moment ini banyak banget moment moment menarik yang gak bisa gue lupain selama KKN dan selama program kerja.


Diantara 12 program kerja yang kami lakuin, kami harus tetep saling kerja sama, baik perkara internernal maupun eksternal diluar duit. Kalo duit diluar persoalan lagi..
1.    Program Kerja Ferdin Dan Bagus
PHBS sejenis kebiasaan hidup bersih untuk anak TK dan PAUD disana. Mulai dari gosok gigi, senam pagi sampek cuci tangan bersama.
2.    Program Kerja Ika dan Pram
Jumantik. Pelatihan Juru Pemantau Jentik untuk ibu Ibu PKK
3.    Program Kerja Gue dan Dedy
Penberdayaan Perpustakaan Sekolah Untuk Guru dan Siswa MINU Sumberpasir, serta tata cara administrasi perpustakaan.
4.    Program Kerja Iza dan Diah
Pengenalan perpustakaan mini untuk TK dan PAUD yang sama dengan Ferdin dan Bagus
5.    Program Kerja Kamil dan Ratna
Pemberdayaan Perpustakaan dan Sekolah untuk Guru dan Siswa SDN 02 Sumberpasir
6.    Program Kerja Dani dan Fila
Pemberdayaan dan pengenalan bahaya Narkotika untuk siswa SMKN 8 Muhammadiyah Pakis
7.    Program Kerja Aziz dan riza
Pembuatan dan pemberdayaan Blog Desa Sumberpasir
8.    ProgramKerja Debrina dan Betty
Pelatihan Dokter kecil untuk siswa MINU SUMberpasir
9.    Program Kerja Sida Dan Syirul
Pemberdayaan Dasawarga di Dusun Ngrangin Desa Sumberpasir
10. Program Kerja Amel dan Fafa
Pelatihan Administrasi kependudukan Dusun Ngrangin Desa Sumberpasir
11. Program Kerja Maya dan Prima
Senam lansia dan penyuluhan tanaman Toga untuk PKK Sumberpasir
12. Program kerja besar KRPL
Pemberdayaan Kawasan Ramah Pangan Lestari Sumberpasir

Dari semua program kerja kami, alhamdulillah semuanya berjalan dengan baik dan lancar. Program kerja inilah yang bisa bikin kita semakin dekat, akrab, dan kompak karena kami saling bantu mulai dari persiapan proker.

Misalnya, proker Maya dan Prima nih yang paling ekstrim. Proker mereka kudu berjalan 5 kali, beda sama yang lain yang sekali jalan langsung kelar.
Senam pagi lansia setiap kamis dan Minggu pagi. Dan itupun dimulai pukul 05.00 pemirsa, disaat selimut lagi manja-manjanya gak pengen dilepas. Kami semua harus ikut, tanpa terkecuali, antri sholat, antri mandi dan bareng-bareng buat senam.



Program kerja Debrina yang awalnya ada narasumber, yaitu salah satu temen gue tapi mendadak ngebatalin karena sakit. Kami semua kudu nge-handle langsung acara debrina tentang pelatihan dokter kecil ini dari awal sampai akhir.

Program kerja gue, yang semula oke fine dan siap goo.. mendadak acara dimajuin karena narasumber gabisa dan LCD yang dipake gak bisa nyala.  Gue Cuma bilang ke Syirul kalo gue butuh banyak bantuan laptop langsung dibawain semua laptop yang ada di posko buat tampilan slide power point peserta.
Program kerja besar KRPL yang ngeharusin kami menanam 1000 pohon cabe. Bibit dan tanah yang dibawa Kapten (dani), bagus, Pram, Dedi dan Mama dari Wajak kami serbu satu pick up sama sama dan berhasil selesei sebelum sore. Gilak, amazing! Amazing juga capeknya..


Gak bakalan cukup gu ketik semua pengalaman indah dan kenangan indah yang kami lalui bersama selama KKN di Desa Sumberpasir ini. Semua yang kami alami bersama, lelah, senang, kenyang dan laparsampek ngerayain ulang tahun 6 orang  bersama membuat kami tanpa sadar membentuk sebuah keluarga baru. Keluarga yang lengkap, karena selalu ada canda tawa, tangis dan kebahagiaan yang mengiringi.
Mungkin kalau kami ingin berterima kasih, kepada bapak ketua LP3M lah kami seharusnya mengatakannya. Karena ALLAH, lewat tangan beliau kami dipertemukan, kami dipersatukan, kami dibentuk menjadi keluarga. Dan bener kata beliau, diluar dari KKN ( yang hanya berisi Kisah Kasih Nyata) kami menemukan orang baru. Di masa masa kenal, kami serasa gak betah dan pengen cepet cepet udahan ngejalanin KKN ini, tapi udah mulai deket deketnya.. akrab-akrabnya, kompak-kompaknya.. mendadak dipaksa dipisahin. Dan itu bener bener nyakitin..




Minggu, 25 Maret 2012

Warna Warni DIKLAT STK-AK

HELLO READERS,

kali ini bener bener nemu moment yang pas buat posting sesuatu yang bener bener sesuatu. alah apaan lu put, kamseupay!

hahaha , sebodoh lah. biasanya gue hampir seminggu lebih ngais ngais inspirasi buat bkin postingan, kali ini gue nemu tanpa harus gue susah susah mikir.

beberapa hari yang lalu, atau lebih tepatnya hari Jumat yang lalu, gue bersama beberapa puluh temen gue ngikutin sebuah diklat UKM atau Unit Kegiatan Mahasiswa yang yaa .. setara dengan ekskul gitu kira kira. tapi kalo ini ditingkat Universitas. Gue melihat dan seterusnya .. menimbang dan seterusnya dan akhirnya memutuskan bahwa gue
PUTRI YUNISDA MAWARNI ikut STK-AK.

STK - AK ??
apaan tuh put?



haha , pada kamseupay lu pada #PLAK *belagu*
STK - AK adalah singkatan dari sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa yang bernama Sanggar Tari Karawitan - Asri Kusuma. Begituuuu !!!

sebenernya udah dari beberapa minggu yang lalu , gue sama temen temen ngambil formulir pendaftaran diklatnya tapi baru tanggal 19 kemaren ngembaliin sekaligus bayar penuh biaya diklatnya. Awalnya gue sempet galau juga, antara ikut dan gak ikut. karena pas itu bertepatan dengan libur 3 hari dan kebetulan gue.udah.kangen.beudh.sama.rumah.

Tapi semesta berkehendak lain, gue diyakinin biar gue tetep kukuh ikut diklat ini dan mengorbankan liburan panjang yang asoy ini untuk pulang kampung. yaa , setidaknya gue bisa bilang ke diri gue sendiri "gapapa put, tanggal 6 bisa pulang juga kok . hhehehe" *benerin kerah*

Lanjut ..

acaranya dimulai hari Jumat pagi kemaren pukul 07.00 pagi. Sebenernya jadwal diklatnya 3 hari dari tanggal 23-25 Maret 2012 , tetapi hari Jumat itu belom nginep nginep tapi cuma sekedar seminar biasa ampe sore. Gue masuk di kelompok 3. disana gue satu kelompok sama Nova , Ratna , Elmi, Fadilla , Wahyu , mbak Rurin , mbak Widya , dan Javian. kenapa sebagian gue panggil mbak, soalnya mereka dari angkatan 2010 ( diatas gue ) otomatis romantis sebagai adik angkatan yang sopan gue manggil mereka "embak" embak jualan jamu *eh

DIKLAT KE 20 kali ini juga ada temanya, yaitu etnik BETAWI. bisa dibayangkan sendiri betawi dan segala seninya nyatu disini.
Serangkaian acara dari pagi sampe sore akhirnya selesei pukul 5 sore. dan gue tidak lantas mengira bahwa ini akan berakhir. Malahan ini adalah awal dari segala inti yang harus gue dan peserta diklat lain alamin, karena hari SAbtu dan Minggu bakalan jadi hari yang super.

hari Sabtu dan Minggu, perlengkapan yang gue bawa juga gak kalah banyak dari Ospek Universitas yang gue laluin saat pertama kali mau jadi mahasiswa. disuruh bawa ini itu, dari yang biasa sampe yang aneh aneh.


Sabtu pagi kami berkumpul di parkiran fakultas sastra. disana panitia mengecek segala kelengkapan alat bawaan kami dan memeriksanya satu satu. Acara berlanjut ke Senam pagi dan Outbond. ini bener bener geje, gue yang dalam kelompok 3 barisan paling belakang gak jelas banget suruh senam pagi. Mana leader senamnya gak keliatan, jadi senam ajojing aja seenak jidat gue, sebodo amat mereka mau gerak senam apa yang penting.. goyaaangg !!
Kekonyolan gue dan temen temen belom berakhir di situ, acara outbond yang mestinya jadi menyenangkan atau seru atau gimana gue malah ngerasa gak ngelakuin apa apa. Dari outbond yang pertama yaitu mindahin bola pimpong dengan dua gulungn kertas koran dari teman satu ke teman yang lain gue juga ada di deretan paling belakang tinggal nunggu sisanya aja, alhasil apa.. udah waktunya abis, bola pimpongnya nyampe tengah aja belom, apa lagi nyampe gue?? -____- *krik

Nah , outbond yang kedua bukannya tambah seru tapi tambah geje. Ini gue gak ngerti harus maen apa, intinya maen pijak pijakan trus antar 2 kelompok harus ada satu pijakan yang kosong. kelompok gue belom sempet apa apa, masih galau mikir caranya eh kelompok sebelah malah udah menang. kurang sadis apa coba?

Sudah .. sudah .. kita tinggalkan kegejean tadi dan berlanjut ke acara berikutnya


ID Card gue, cakep gak? :D

Acara berikutnya adalah serangkaian materi tentang tari, karawitan, tata artistik dan kawan kawannya.
seperti biasa, sesi acaa semacam ini selalu membuat ngantuk dan lapar. Kecuali setelah ketemu dengan materi karawitan. Kita jadi antusias banget, soalnya kita bener bener diajarin maen karawitan dari awal, dikenalkan alatnya satu satu nyoba satu satu dan mencoba memainkan musik. Ini nih baru seruuu !! kemana aja sih woii acara yang kayak gini?? haha.

Selepas ishome, acara berikutnya adalah persiapan simulasi even pertunjukan. Jujur, ini salah satu acara yang gue bener bener blank dan gak ngerti kudu ngapain. Intinya kami dalam satu kelompok pura puranya akan mengadakan sebuah pertunjukan besar yang bakalan digelar ditingkat universitas. Kami harus membuat tim panitia , kemudian membuat proposal pertunjukan yang akan kami gelar, menyerahkan pada ketua umum, pembina UKM , pembantu teknis, Kasubag Rumah Tangga , Pembantu Rektor II , Pembantu Rektor III dan KEmahasiswaan. Dari semua orang orang penting yang gue sebutin tadi, kami harus nyari semua tanda tangan mereka yang tidak lain adalah panitia yang pura puranya sebagai Bagian penting Universitas itu. 

SUMPAH. lama banget buat nyari satu tanda tangan aja, mulai dari Mbak Dirgan Ketua Umum STK-AK , ampe mbak LULUK sebagai bagian KEmahasiswaan dimana disana kita bisa mencairkan dana untuk pertunjukan dan kemudian mencari cari sponsor.

Dan itu hanya dibatasi dari jam setengah tiga sore sampai jam setengah lima sore. NGALAMAT ! mana bisa, dua jam kayaknya bener bener berjalan cepet banget.
awalnya gue sama Nova bertugas untuk mencari mbak Dirgan Ketua Umum dan mas Dhani sebagai Pembina Teknis STK-AK. itu aja udah makan waktu sekitar satu jam lebih, belom lagi sebar undangan menyewa gedung, alat, gamelan , kostum dan tetek bengeknya.

GUE BENER BENER MAU GILAAAA !!

Dan diakhir cerita akhirnya, kelompok kami berhasil memindam gedung dengan keadaan setengah memelas dan setengah mengemis kepada mas Yando yang saat itu berperan sebagai persewaan gedung dan alat alat panggung. Gue sama Nova bener bener masang muka gak tau malu, awalnya kami kesana hanya dengan bermodal surat peminjaman alat tanpa ada uang ditangan sepeserpun. kami ditolak? pasti.
usaha kedua kali ulangi lagi dengan uang 100.000 (uang mainan yang ada gambarnya mbak Dirgan, sayang gue gak sempet moto) sebagai modal awal kami. kami ditolak lagi? pasti. karena persewaan bisa meminjamkan gedung dengan tawaran 500.000 sedangkan uang kami hanya .. *ehm .. cee .. ceeepek. *ngenes* *cari shower mau mandi aja*


Kata kata " Pahlawan menangnya di ending" kayaknya bener bener ada. tapi gue juga gak tau apa hubungannya pahlawan dengan cerita cerita tragis gue selama simulasi event. tapi intinya, pas waktu waktu hampir berakhir kami berhasil mencairkan uang dan mencari sponsor hingga berhasil menyewa gedung dengan negosiasi panjang, meminjam kostum , dan meminjam gamelan.

THANK GOD, SIMULASI EVENT IS OVER.


belum cukup disitu. Malam perdana pentas seni kami segera dimulai. perpaduan dari tari dan sedikit ilmu karawitan tingtungtingtung yang kami peroleh akhirnya melahirkan kolaborasi yang yaa .. lumayanlah untuk kalangan pemula. haha :D

Malam seni yang berakhir jam 11 malam, akhirnya berakhir dengan penutupan tarian dan nyanyian dari para panitian dan kami berlanjut ke pulau kapuk. belom sempet berlayar, kami harus dibangunkan lagi jam 1 pagi untuk acara " Jalan Malam ngitung lintang". dalam keadaan masih ngantuk, masih nyumpulin nyawa , dan masih belom sadar kami berjalan ngelilingi kampus menuju post post yang udah disediain. dari post tentang keorganisasian, post karawitan , tari , post post bayangan yang santai sampai pos yang serem karena dimarah marahin dan berakhir di pos terakhir pendinginan. disanalah kami manfaatkan waktu sebaik baiknya untuk TIDUR.

Hari sudah beranjak pagi, bintang bintang yang menemani perjalanan malam kami juga perlahan mulai menghilang itu artinya sedikit lagi ini akan berakhir. mungkin itu pikiran semua orang. Saat acara pengukuhan , kami bener bener speechless. mungkin inilah salah satu keunikan para seniman tari dan karawitan untuk mengukuhkan anggota baru mereka. awalnya dimuai dengan teatrikal yang sedikit rada serem menurut gue, sampe akhirnya seluruh panitia menari nari bersama dan mengambil sampur sampur dan udeng yang berada di pohon pohon lampion dan memberikannya pada kami, mengajak kami menari bersama sama hingga akhirnya semuanya menari. KEREN!!

gue ikut karawitan, tentu aja gue dapet udeng. Gue seneng, sekaligus capek, ngantuk jadi satu. tapi  bener bener gue gak nyesel ngambil keputusan harus lebih milih ikut diklat dari pada pulang kampuang. bukannya apa apa, gue ngerasa gue dapet banyak dari diklat ini. mulai dari organisasi, seni dan banyak teman teman baru satu kampus.

STK - AK !!

JAN ... CUUUUOOOCOK .. 
JAN .... KREEEEATIPPP !!!
 

Beautiful Days Template by Ipietoon Cute Blog Design