Tampilkan postingan dengan label life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label life. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 September 2016

TULUS

Jam setengah empat pagi, di kosan.
Setelah sholat malam dan tidak bisa tidur.
Perpaduan mata yang ngantuk tapi tidak bisa tidur, dan hati yang tidak bisa tenang.
Kemarin sore, tiba tiba grup wasap rame. Awalnya tidak tahu, apa yang terjadi hingga denting notifikasi handphone tidak berjeda beberapa detik.

Gemas dan penasaran.


Akhirnya kubuka, hal yang membuatku penasaran tadi.
Dan ternyata, isinya adalah deretan foto foto siap unduh. Ada kali lebih dari 15 an foto ayah dan ibu yang sedang jalan-jalan berdua. Yaa begitu, kencan seperti biasanya.
Kangen beliau berdua, akhirnya aku becandain mereka dengan pura-pura marah karena aku gak diajak.


Kukira ayah akan menjawab “hehehe.. kami Cuma iseng maen” atau “iya dong, kita kencan lagi” tapi ternyata tidak.
Ayah menjawab kalo sebenarnya ayah dan ibu baru ulang ziarah haji dari rumah salah satu temen kerja Ibu. Kemudian handphone ayah jatuh. Dan ternyata rumah anak yang nemuin handphone ayah deket dengan gunung Beruk, jadi beliau berdua sekalian mampir.

Sedetik kemudian, aku shock. Handphone-ayah-jatuh? Kok bisa?
Aku                 : lhoalah, kok bisa jatuh? Trus udah dibalikin?
Mungkin saat itu ayah lagi sibuk ntah ngapain gak tahu, makanya yang bales ibuk.
Ibu                   : Di taruh kantong, karena jalannya rusak jadi handphonenya jatuh gak tahu
Aku                 : Owalaaah
Ibu                   : Iya di balikin kok, trus sama ibuk dikasih uang tapi dia gak mau, ibu bilang ke dia biar dipake buat uang saku sekolah, dia malah nangis. Kasihan
Dari situ, tanpa sadar mataku mulai panas, pengen nangis.



Aku                 : Huwalaaah, lha gimana jadinya buk? Dia kelas berapa?
Ibu                   : Dia sekolah di SMP Sumberejo, akhirnya tak masukkan sakunya
Aku                 : Cowok apa cewek?
Ibu                   : Ibu tadi juga gak nanya. Anak cowok, ibuk kasih uang kayaknya takut banget. Anaknya polos banget, jujur.


Aku                 : Lha iyaa, jujur banget. Semoga sekolahnya lancar.
Ibu                   : Aminnn

            Bener-bener masih pengen nangis. Ternyata masih banyak orang baik di luar sana, dan salah satunya adalah anak yang barusan ditemui oleh ayah dan ibu. Ada sebuah pelajaran penting banget yang bisa aku rasain dari cerita ini, bahwa kita tidak boleh mengambil sesuatu yang bukan milik kita, apapun itu dan dengan alas an apaun.
Dari sana, tiba tiba aku inget lagi tentang masalah masalah beberapa hari lalu yang bener-bener sukses bikin aku susah tidur. Aku diliputi dengan satu pertanyaan yang terus saja berulang-ulang muncul di kepala.

APA IYA AKU INI ORANG JAHAT? APA IYA AKU INI SEORANG PENCURI?

            Saakiit banget tiap kali denger dan baca kalimat-kalimat yang mengibaratkan kalo aku ini dianggap tidak lebih dari seorang pencuri. *ambil napas panjang*
            Selama 24 tahun hidup, tidak pernah sekalipun ayah atau ibuku membisiki dengan kata kata

            “kamu boleh ambil sesuatu yang kamu inginkan dari orang lain. Kamu boleh ambil apa yang kamu suka dan buat itu menjadi milikmu”

Aku mungkin gak pekaan, tapi aku masih bisa mikir kok mana yang baik dan mana yang buruk. 

Aku mungkin seenakku sendiri, tapi aku tahu kok apa yang boleh dan gak boleh aku lakuin.

Aku mungkin egois, dan bahkan jahat, tapi tak pernah ada niatan sedikit pun dalam diriku untuk menjadi seorang pencuri, menjadi orang yang merampas sesuatu yang menjadi milik orang lain, menjadi orang yang merusak hidup orang lain.

            Aku inget, aku pernah bertanya pada seseorang. Kenapa di dunia ini ada orang baik dan orang jahat? Dan dia cuma senyum sambil bilang 

“Allah menciptakan manusia dengan wujud yang paling sempurna, dianugerahi dengan tubuh yang baik dan dititipi dengan hati dan akal yang sama. Gak ada yang namanya orang jahat, yang ada adalah orang yang dulu kebaikannya tidak dihargai atau orang yang belum merasakan banyak kebaikan dari orang-orang sekitar .”

Tanpa kita sadari, kata kata yang keluar dari mulut kita benar benar bisa membuat kita berubah menjadi orang jahat, karena telah meninggalkan luka yang sangat dalam. Tanpa kita sadari, kadang kita terlalu sibuk mencari cari kesalahan orang dan akhirnya lupa kalau kita sendiri ternyata belum instrospeksi diri.


Coba deh, lihat sesuatu selalu dari dua sisi. Bukan hanya satu sisi. Dengarkan pendapat orang lain, jangan selalu berspekulasi sendiri dan akhirnya menarik kesimpulan sendiri. Semuanya bisa dibicarakan baik-baik, dibicarakan langsung, dibicarakan dengan tenang, dibicarakan dari hati ke hati.

Minggu, 17 Juli 2016

KISAH SEDIH DI HARI MINGGU



Pukul 23.23.
Tolong putarkan lagu paling sedih sedunia, terserah. Apa saja.

Anak kecil itu masih terjaga. Pikirannya masih kacau. Hanya terkulai lemas di atas kamar tidur sambil menatap langit langit kamar yang mulai ikut meredup. Di luar hujan, namun yang basah adalah kedua sisi pipinya. Rasanya masih panas, sesekali dia menarik napas panjang, pandangannya beralih dari langit kamar menuju dinding kamar berwarna ungu pudar dengan wallpaper menara Eiffel yang tulisannya telah mengelupas termakan waktu.

Dia memulai pembicaraan.

Tuhan, jika salah satu hewan peliharaanku mati, dima pergi kemana? Ke surga?

Aku senang di rumah. bersama dengan keluargaku. Ayah, ibu, adek, nenek, dan kucing-kucingku. Ada 7 ekor saat terakhir kali kuhitung. inil-inil, cong reng, cong ping, sibang, limbuk, dan dua si kecil Jhoni dan Jeni.

Orang-orang benar. Saat kau mulai jengah dengan duniamu, pulang dan bertemulah dengan mereka semua.

Sudah lebih dari umurku, nenek selalu memelihara dan menjaga kucing di rumah. Baginya seekor kucing bukan hanya sebatas hewan, tapi juga keluarga. Meskipun kami dalamhal bahasa kami tak saling mengerti, tapi kami yakin hati kami saling memahami.
Tak jarang saat aku merasa sendirian di rumah, saat ayah dan ibu bekerja dan semua sibuk dengan dunia mereka. Ada teman di rumah. Salah satu dari mereka. Mungkin mereka tidak serta merta ikut duduk 2 jam bersama sambil melihat televise, tapi mereka selalu berkeliaran di sekitar tempatku menonton tv. Sesekali meng-eong saking tidak kuat menahan lapar.

Banyak cerita tentang mereka semua.

Mulai dari inil-inil. Si janda muda yang hobi banget melahirkan anak, tapi gak jelas siapa bapak dari satu persatu anaknya. Dia memang emak emak, dan emang selalu seperti itu kelakuannya. Tapi dia bukan ibu yang tidak bertanggung jawab seperti kebanyakan berita di tv. Dia seekor emak kucing yang penuh perhatian. Bukti nyatanya adalah dia adalah kucing yang menyusui cong reng, cong ping dan sibang pada saat emak ketiganya mati. Dan sampe sekarangpun, kalo mereka papas an, mereka pasti saling jilat. Mungkin itu sebagai tanda bukti sayang mereka satu sama lain.


Si bang. Dia lelaki paling alay di rumah. Lelaki paling perfectsionis urusan penampilan. Dikit dikit badannya kena debu, jilat. Kena lumpur, jilat, kena tanah, jilat. Tiada hari tanpa menyalon dirinya sendiri. Dia jago kandang banget, gak pernah keluar rumah dari kecil sampe remaja. Kerjaannya di rumah ya itu tadi. Tapi setelah beranjak ABG, baru baru ini dia baru mulai berani keluar rumah. Pernah sekali waktu, sok sokan dia keluar dari rumah dan hamper 2 hari gak pulang. Pulangnya, badannya udah penuh lumpur, compang camping kayak gelandangan, badannya luka-luka dan kaki kiri depannya pincang. Berasa habis pulang wajib militer.


Limbuk. Cewek paling centil di rumah. Idola para lelaki. Cong reng, cong ping dan sibang adalah korban php an Limbuk. Dia makin sok-sokan karena dia yang dianugerahi bulu yang paling halus walaupun warnanya agak mirip musang. Kalo dia manusia paling dia udah jadi play girl kelas kakap. Semua cowok di gebet. Tiap malem keluar buat kencan, pulang pulang pas subuh -__-. Dan sekarang pacarnya gak maen-maen, preman komplek. Kucing item ekor bundul yang paling garang se Karangmojo. Gak ada yang berani, termasuk Cong reng, cong ping, apalagi si bang. Lewatttt :D
Limbuk adalah satu satunya kucing yang bisa naklukin hati bapak sebagai pria (manusia) di rumah. Yaa gitu, dia pake rayuan maut, dikit dikit nempel, jilat-jilat kaki, guling-guling manja di kaki dan segala rayuan mautnya. Kalo pas pulang ke rumah, sekalinya liat orang rumah langsung teriak teriak kenceng. Mungkin kalo diterjemahin hamper-hampir kaya “aku-pulang-ini-loo, aku-laperrrrr, aku-minta-makaaan” dengan nada manja ala kucing.

Congreng. Akronim dari moncong ireng, dia satu saudara sama cong ping. Congreng ini yang paling manly banget. Berbulu perpaduan item dan putih, wajahnya garang karena dominan bulu warna item numplek blek di sana. Tapi, jangan dilihat dari covernya aja. Garang garang gitu, hatinya hello kitty banget. Dia yang paling sabar ngadepin anak kecil versi kucing. Contohnya Jhoni dan Jeni. Baru beberapa kali ketemu mereka berdua, tapi udah dijilatin, udah diajakin maen bareng, makan bareng di dapur. Dan bukan sama sesama jenisnya aja dia baik, cong reng emang seneng banget kalo di ajakin berkebun di belakang rumah. Contohnya tadi kemarin waktu aku pengen petik sayur singkong buat masak di belakang rumah. Jujur, takut banget, bukan karena hantu atau apa. Ini masih siang bolong, tapi takut kalo ada ular di sekitaran pohon pisang. Begitu aku keluar dari pintu belakang rumah menuju lokasi daun singkong berada, dari belakang ada yang ngeong-ngeong. Dan itu Congreng. Dia ngikutin aku sampe ke semak semak, sesekali ngusap-ngusapin kepala ke kaki kemudian duduk dan nunggu aku yang ribet dan heboh sendiri metik daun singkong yang full nyamuk. Begitunya selesei aku beranjak, kupanggil dia buat pulang. Dia langsung berdiri dari tempatnya dan mengikutiku dari belakang.


Congping. Akronim dari moncong pink, hidungnya berwarna agak kemerah-merahan makanya dia dikasih nama congping. Dia berbulu putih bersih, hanya terdapat beberapa titik hitam berbentuk persegi pangang di pinggang kanannya, sehingga kerap Pebri bilang kalo cong ping kaya punya saku. Dia adalah lemari holic. Seluruh lemari di rumah yang luput dari kuncian pernah dari tempat tidur empuk buatnya, terutama lemari kamarku, yang dari kapan tau udah soak gak bisa di kunci. Alhasil,lemariku lah singgasana nyaman dia buat hibernasi. Congping dan inil-inil memang sekilas tampak sama, karena bulu mereka sama sama didominasi warna putih. Bukan aku dan orang orang rumah yang sering salah ngira dia adalah inil-inil, bahkan Jhoni dan Jeni. Dua anak kecil yang masih sering netek emaknya sering salah ngenalin. Pas congping duduk diem di keset, tak jarang mereka berdua datang dengan santai dan gembiranya dan langsung ndusel-ndusel perut congping minta netek. Aku dan ibu yang beberapa kalo jai saksi kekonyolan kelakukan mereka bertiga pecah ngakak, gak bisa berhenti. Si congping yang jadi emak salah sasaran juga Cuma diem aja biarin dua bocah ribet nyari putting susu yang susah ketemu.


Jhoni dan Jeni. Baru berhasil ngelus dan deket sama mereka sepulang dari malang,pertengahan ramadhan kemarin. Awalnya mereka sama inil-inil ditempatin agak tersembunyi dari jangkauan manusia, tapi begitu aku pulang. Aku pindahin mereka berdua ke deket dapur. Biar bisa diliat, biar bisa diusel-usel tiap hari. Pertama kali ketemu mereka yang udah pada gimbul-gimbul, guemes pengen pegangin terus, elus-elus terus. Sueneng akhirnya ada bayi kucing lagi setelah kematian menik yang tiba-tiba kemarin karena sakit juga. Makanya, ibu yang belum bisa move on dari menik ngasih nama mereka berdua juga nama yang sama, yaitu Menik, tanpa memperdulikan bahwa mereka berdua satu cewek dan satu cowok. Dua duanya tetep dipanggil menik sampe capek.


Dan Tuhan, hari ini .. hariku berat.
Tak ada firasat apapun. Tak ada tanda apapun.
Jhoni mendadak sakit. Gak mau makan gak mau minum dan tingkahnya juga menjadi aneh. Dia sering minum ke kamar mandi dan duduk di sana. Kata nenek kucing kalo lagi sakit, pasti hidungnya gak merah, mereka juga mencari tempat tempat dingin kaya kamar mandi, soalnya mungkin mereka merasa tubuh mereka panas. Jeni yang awalnya gak papa, masih bisa jalan jalan dan makan bahkan nemenin Jhoni di pintu kamar mandi seharian hari ini juga mendadak sakit.
Mereka berdua Cuma bisa diem di keset kamar mandi dari pagi. Udah mulai diobatin pake air kelapa, bahkan air zam-zam. Saking nekatnya aku gak tahu kudu gimana, di kulkas ada air zam-zam yang didapet ibu dari tetangga yang bulan kemarin pulang dari umroh.

Sorenya sekitar jam 3 an, Jeni udah lemes,gak bisa gerak. Cuma tidur di keset. Sementara itu cong ping yang kulihat masih di kamar mandi, sekeluarnya dari kamar mandi dia langsung sempoyongan dan terkulai lemas di samping Jeni yang akhirnya menghembuskan nafas terakhir. Baru pertama kali dalam hidup, aku liat seekor kucing menangis dan meneteskan air mata. Sumpah, kalopun tadi aku gak lihat itu, mungkin aku gak bakal sesedih ini. Gatau kenapa rasanya sedih banget.
Begitu Jeni udah dibawa nenek dan dibungkus kain dan dikubur, aku gak sempet lagi melihat keadaan congping dan Jhoni.

Aku sempat menyesal, enak-enak pergi jalan-jalan, ketemu temen-temen, hahahihi, sementara di rumah ada dua makhluk yang menderita menahan sakit.
Dan sampai terakhir pukul 22.00, aku yang udah capek udah setengah ngantuk tapi belom sholat isya mutusin buat pergi ke kamar mandi, niatnya mau ambil air wudhu. Tapi begitu sampai di pintu kamar mandi, congping udah terkulai lemas di keset kamar mandi selatan dan Jhoni terkulai lemas di keset kamar mandi utara. Pemandangan apa ini ya Tuhan? Masih belum cukupkah kau ambil Jeni sore ini? Dan sekarang aku harus melihat lagi dua makhluk ini kembali meregang nyawa?

Kuurungkan niat untuk berwudhu, aku terduduk lemas di depan congping sambil sesekali mengusap tubuhnya yang sudah mulai kaku dan dingin. Kuucapkan semua doa doa yang aku bisa, meskipun aku tak tahu itu cukup membantu meringankan bebannya atau tidak. Congreng yang entah sejak kapan datang ikut duduk di sampingku sambil memperhatikan congping. Dalam hati kecilnya mungkin dia ikut berdoa untuk melepaskan kepergian congping, saudara kandungnya.

Begitu napasnya tersengal beberapa kali akhirnya, nyawa terlepas dari raganya. Kuraparkan kedua kakinya sejajar, kututup kedua mata dan mulutnya. Innalilahi, selamat jalan.

Tak lama nenek datang setelah selesei sholat Isya.
Diusapnya kepala dan tubuh congping berkali kali, sambil berbisik parau

“terima kasih sudah jadi bagian dari keluarga kami. Terima kasih untuk semua kesetiaan dan ketulusanmu selama ini. Maaf kalo aku Cuma bisa menjagamu sebatas ini. Aku tahu beberapa hari ini kamu tidak pulang, karena diluar sana kau sudah sakit dan kau menahannya sampai akhirnya pulang. Aku tidak tahu, dimana Tuhan akan menempatkanmu, tapi aku yakin Tuhan punya tempat terbaik untukmu, mungkin surga adalah tempat yang tepat. aminnn"

Dan aku beralih duduk di dekat Jhoni. Badannya juga sudah lemas. Napasnya sudah mulai cepat, ketika kupegang buku-buku jarinya yang mungil, dia masih sempat bisa membalas pegangannku walau hanya dengan gerakan kecil.
tak lama inil-inil datang, ibunya.
dijilati seluruh badan Jhoni berkali kali tanpa henti, sambil sesekali mengeong, entah aku tak tahu apa maksudnya. tapi jelas, itu juga raungan kesedihan seorang ibu untuk anaknya.

aku dan nenek cuma bisa duduk bersebelahan tanpa bisa berkata kata. hati kami mungkin sama saat ini, sangat sakit. congreng yang dari tadi duduk depan jasad cong ping mulai beranjak mendekatiku. begitu sampai di sampingku, diangkat kedua kaki depannya di pundakku beberapa detik kemudian duduk di pangkuanku.
seperti dia ingin menenangkan hatiku.  seekor kucingpun mengerti betapa kesedihan tengah meliputi hati kami semua, kehilangan saudara, kehilangan keluarga.
sampai akhirnya, tubuh Jhonipun bergetar, napasnya yang cepat mulai berangsur pelan dan sengalan terakhir menjadi tandanya pergi.
Innalilahi.

kulakukan hal yang sama seperti congping, kurapatkan kedua kakinya depan dan belakang, kututup kedua mata dan mulutnya. kubungkus tubuh kecilnya yang membatu dengan kain batik bekas jarit nenek yang sudah disiapkan. kupindahkan dia di dekat congping yang sudah terbungkuss kain. inil-inil masih belum beranjak dari tempatnya. dia terduduk diam dan tak mengeong sedikitpun.

Tuhan, hujanmu begitu deras malam ini.
inikah tanda mereka sudah kau angkat ke langit?

aku tak tahu kenapa, sebegini sakitnya memiliki kehilangan.
pertemuan kami sebagai keluarga memang singkat, tapi sudah begitu banyak kenangan yang kami buat bersama.


untuk cong ping, Jhoni dan Jeni
terima kasih telah menjadi bagian dari keluarga kecil kami.
terima kasih karena telah membuat hari hari kami tidak sepi.
terima kasih atas tawa dan segala tingkah polah yang membuat kami semua bahagia.
Tuhan memiliki tempat yang lebih baik untuk kalian di surga
tempat dimana kalian bisa tidur bebas, tak perlu sebatas lemari. tempat dimana kalian bisa tidur bebas, tak sebatas kardus bekas,
tempat kalian bisa bermain dan berlarian bebas.
kami ikhlas, melepas ..

kuangkat inil-inil ke pelukanku, dan congreng mengekor di belakang. kuberjalan di belakang nenek yang siap mematikan lampu ruangan belakang.
begitu lampu dipadamkan, aku masih sempat melihat jasad mereka berdua dengan sambil berkata


" selamat tidur .. panjang"



nb:
memang mereka bertiga tak akan pernah baca isi blogku kali ini. tapi setidaknya, kalian yang baca ini tahu. betapa hewan peliharaan yang kita sayangi bisa menjadi bagian dari keluarga kita sendiri. keluarga itu bukan sebatas dalam tubuh kita mengalir darah yang sama, tapi lebih dari itu. keluarga adalah orang orang yang selalu bersama kita melewati suka duka.

dan kalau kamu pikir aku agak gila, mungkin benar. dan anggap saja seperti itu. 

Sabtu, 05 April 2014

ANALOGI MILIH CALEG DAN MILIH PENDAMPING HIDUP




                Seantero Indonesia pasti udah tau, kalo tanggal 9 April 2014 itu hari apa? Hari Rabu. Iyee, pinter! -___- tapi bukan itu jawaban yang gue harepin. Tanggal 9 April 2014, kita .. iya KITA. WARGA NEGARA INDONESIA YANG BERADAB bakalan memilih masa depan. Memilih siapa calon- calon pendamping hidup anggota legistalif Indonesia yang baru.


                Kalo kata politikus mah, ini saatnya pesta pesta demokrasi. Sadar gak sih men? Lo jadi penentu nasib Indonesia 5 tahun yang akan datang. Dan lo pasti pengen banget kan 5 tahun mendatang Negara lo Indonesia yang tercinta ini bakalan lebih baik ke depannya.

                Dan dari sini gue mendadak mikir, kalo diibaratkan milih caleg sama halnya kaya milih pendamping hidup. Gimana enggak, coba deh kita renungkan bersama sama.

  1. Milih calon pemimpin itu sama kaya milih calon pendamping hidup, harus dilihat dulu bibit, bebet dan bobotnya
  2. Milih calon pemimpin itu sama kaya milih calon pendamping hidup, yang diperlukan adalah proses. Proses saling mengenal dan saling memahami satu sama lain
  3. Milih calon pemimpin itu sama kaya milih calon pendamping hidup, tidak butuh pencitraan diawal yang akan menyebabkan penyesalan di akhir
  4. Milih calon pemimpin itu sama kaya milih calon pendamping hidup, bakalan menentukan masa depan kita di masa yang akan datang
  5. Milih calon pemimpin itu sama kaya milih calon pendamping hidup, gak perlu obral janji yang endingnya malah gak bisa ditepati dan mendadak amnesia sama janjinya saat pedekate
  6. Milih calon pemimpin itu sama kaya milih calon pendamping hidup, harus tulus. Gak perlu sogokan berupa materi
  7. Milih calon pemimpin itu sama kaya milih calon pendamping hidup, kalo udah dikasih kepercayaan, dijaga baik baik bukannya malah ngecewain
  8. Milih calon pemimpin itu sama kaya milih calon pendamping hidup, gak perlu saling nyari kesalahan orang lain. Yang paling penting itu bisa saling introspeksi diri
  9. Milih calon pemimpin itu sama kaya milih calon pendamping hidup, kalo diperoleh dengan cara yang baik maka akan menghasilkan sesuatu yang baik tapi jika diperoleh dengan cara yang kotor maka hasilnya juga akan LEBIH KOTOR.
  10. Milih calon pemimpin itu sama kaya milih calon pendamping hidup, datangnya dari hati bukan dari materi.
  11. Milih calon pemimpin itu sama kaya milih calon pendamping hidup, gak ada paksaan dari siapapun dan dari pihak manapun
  12. Milih calon pemimpin itu sama kaya milih calon pendamping hidup, harus jelas. Gak boleh kaya milih kucing dalam karung, yang kia sendiri gak kenal dan gak tau misi kedepan
  13. Milih calon pemimpin itu sama kaya milih calon pendamping hidup, harus mikirin nasib kita kedepannya untuk jauh lebih baik
  14. Milih calon pemimpin itu sama kaya milih calon pendamping hidup, gak boleh pake cara nyogok.
  15. Milih calon pemimpin itu sama kaya milih calon pendamping hidup, lihat dulu track recordnya. Calon kita harus yang PROBLEM SOLVER bukan TROBLE MAKER.
  16. Milih calon pemimpin itu sama kaya milih calon pacar, banyak deh pertimbangannya..
Sekali lagi, pemilu 2014 penting banget buat masa depan kita, men. 
Awalnya gue juga beranggapan kalo .. halah 1 suara gue gak ada pengaruhnya buat negeri ini, suara gue gak berharga, pemilu Cuma buang buang duit dan gue juga sempet mikir buat GOLPUT. Serem gak tuh?
GOLPUT itu bener bener masalah. 
Masalah buat gue, kita dan NEGARA KITA! 


Pernah mikir gak, berapa dana yang udah dikeluarin buat penyelenggaraan pemilu seantero Indonesia? Belom lagi buat warga negara Indonesia yang sekarang ada di Luar negeri

DANA PEMILU > 14, 4 TRILYUN RUPIAH

Kebayang gak kalo dibeliin dawet udah bisa dipake renang senegara, kalo dibeliin cilok Negara Indonesia udah tertimbun di dalamnya. Dan yang paling sadis... ternyata dana segede gambreng itu bisa dipake 3 buah Jembatan antar pulau = 10 stadion Internasional = 175 kilo meter jalan tol = 144 rumah  untuk rakyat = 130 rumah sakit umum = 13000 bangunan sekolah = 9 juta ton beras untuk makan 96 juta rakyat miskin untuk setahun

LO BAYANGIIINNNN????



Duit segambreng itu bakalan mubazir kalo kalian GOLPUT. Coba deh mikir, kalo golput, lo bakalan nyerahin cita-cita, harapan dan mimpi lo ke tangan orang lain yang belom tentu bisa bikin negara ini lebih baik. jatoh-jatohnya pasti di korupsi. 

 AYO REK, MASA DEPANMU ADA DI KELINGKINGMU!

Ayo, kalo kalian ngaku anak Indonesia, ngaku remaja Indonesia yang gaul, ngaku generasi muda Indonesia yang bakalan bikin Indonesia lebih baik.. segera seleksi calon pemimpinmu, lihat track recordnya, pilih pemimpin yang problem solver bukan trouble maker. Karena milih pemimpin yang jujur dan bijaksana.. tidak ternilai HARGANYA!


Minggu, 15 Desember 2013

Good Bye Ganteng

“Kita gak bakalan tau seberapa berharganya sesuatu bagi kita, setelah kita kehilangannya”

BENER BANGET!


Minggu 14 Desember 2013. Gue bener bener gak punya firasat apapun, gue bener bener gak dikasih petunjuk apapun kalau ternyata hari ini gue bakalan kehilangan hape ganteng gue buat selamanya.
Kronologinya bener bener bikin gue nyesek kalau gue ceritain lagi. Tapibiar semua orang tahu, sadar dan lebih waspada dimanapun mereka berada sekarang ini. Karena saat lo ditempat tempat yang rame, kejahatan pasti ngincer lo meski kita gak sadar.



Waspada itu udah pasti. Tapi kalau udah TAKDIR. Apa iya lo bisa bilang “Kok bisa ilang sih mbak... bla bla blaa..”.
Tadi pagi gue jalan jalan ke car free day bareng mbak @AnisArdiyan dan mbak @AniezPuu.
Semula semuanya berjalan baik seperti 2 tahun belakangan kami pergi ke pasar minggu. Kami juga sempet beli ini itu, mulai dari makanan, minuman sampai jilbab.

                Sampai pada akhirnya ......

                DUARRRR!!!

                Mbak Anez mutusin buat singgah di sebuah stand pakaian Malangan, dan gue sama Mbak Anis nunggu di luar. Kita juga sempet ngobrol ngbrol, begitu mbak Anez keluar dari stand dan ngajak kami lanjut pulang, katong saku jaket gue yang semula berat gara gara ada dompet berisi handphone ganteng SONY sama uang seratus ribu gue gak ada.

                GAK ADA ... IYA, DIBAWA RAIB!


                Kejadian itu bener bener seperti terjadi hanya dalam kilatan mata. Gue inget bener pas gue ngobrol sama mbak Anis di depan stand itu masih ada, tapi setelah gue jalan .. nothing!
                Gue juga gak sadar saking banyaknya orangyang berlalu lalang di situ. Sedetik, semenit, beberapa menit kemudian gue Cuma bisa cengo. Diem sambil bilang ke diri gue sendiri “gue gak tahu harus ngapain.. gue harus gimana?” sambil pasang muka pura pura woles dan sekuat hati mengikhlaskan.
                Dilaporin ke Keamananpun juga barang belum tentu ketemu. Segitu banyaknya orang disitu, gue pun juga gak tau gimana tampangnya itu si satria baja hitam. Cewek, cowok, bapak, ibu atau mbah mbah sekalipun.

                OH GOD! PLEASE GIVE ME MORE POWER. MY TEARS BLOW UP!! HUHUHU :(

Sekejam kejamnya gue yang pengen banget jual itu hape, gue gak mungkin gak sedih ngerelain hape yang udah hampir setaun  bersama gue raib dibawa orang bangsat itu!
Begitu raib, gue udah usaha nelpon nomer gue. Semula masih aktif, langsung langsung direject dan sampai sekarang gak lagi bisa dihubungi. Berhubung hape gue di lock dengan pasword hanya gue dan Tuhan yang tau, dan si satria baja hitam itu ( ebudet, panjang bener julukan yang gue kasih ke dia biar lebih akurat dan simple. gue panggilnya si SAT aja .. atau BANG SAT lebih cocok kali yaa?) cuma bisa ngelepas nomernya.
Kalau ketemu langsung lu bakalan ngapain dia, put?
Kalo ditanya itu pertanyaan, sekedap pas kejadian itu gue pasti bakalan ninju itu orang, nginjek kakinya, makein kancut gue di kepalanya dan berbagai hal hal super akstrim lainnya.
Tapi berhubung, gue udah telepon ayah sama ibu gue,udah cerita semuanya dan mereka bilang “Ya udah, diikhlasin aja.. lain kali hati hati. Gapapa”. Hati gue yang semula mendidih 312 derajat Fahrenheit jadi woles banget.
Kalau ketemu itu pencuri gue bakalan bisikin lirih di kupingnya dengan jelas.

                “Saya gak tau, saya korban anda yang keberapa.. tapi saya harap saya jadi yang terakhir. Semoga anda dibukakan pintu tobat oleh ALLAH”

               
Bukankah kalau kalau kita mendokana kebaikan pada orang yang jahat sekalipun pada kita, kita pasti akan mendapat balasan yang baik? Right?
Ikhlas dan sabar adalah pelajaran yang gak bakalan bisa gue beli berapapun. Gue sadar kalau saat ini gue dan keluarga gue bener bener diuji banget.
Tapi satu yang gue yakin,

 ALLAH GAK AKAN MEMBERI COBAAN DILUAR BATAS KEMAMPUAN HAMBA-NYA!

Allah memberi gue cobaan ini karena Allah tau bahwa gue kuat, gue bisa, gue ikhlas, gue sabar nerima semua cobaan ini.
Dan buat semua yang baca ini, gue Cuma pengen ngingetin buat waspada dimanapun kita berada, karena kejahatan terjadi bukan karena ada niat tetapi karena ada kesempatan. Guepun sebenarnya salah dalam hal ini, gue teledor dan gak waspada. Dan itu bagai tamparan untuk gue, kalau kedepannya gue mesti hati hati dan lebih hati hati.

Buat andro ganteng gue,

makasih buat semuanya selama ini. 
makasih udah jadi temen gue di saat kepepet UAS gue gak ngerti jawabannya, dan Allah ngasih petunjuknya melalui dia
makasih udah jadi temen gue yang selalu dengerin curhatan gue, walaupun kadang gue cuma bisa diem cengo atau gerutu sendiri gak jelas
makasih udah jadi temen gue disaat gue bosen, saat gue main game saat gue nungguin temen gue yang ampe 7 turunan gak dateng dateng gue tungguin
makasih udah jadi temen yang selalu bikin gue ngerasa keren saat pertama kali milikin dia, karena saat itu hanya gue seorang yang punya Android keren
makasih udah jadi temen yang selalu ngoprak oprak gue pagi hari buat sekedar remin gue kalau gue harus kembali masuk kuliah, menjalani hidup dan menikmati hidup
makasih udah jadi temen yang paling best of the best...
 
Dia bahkan lebih berharga dari pacar gue (iya karena sekarang gue lagi gak punya pacar), udah nemenin gue disaat senang dan sedih, disaat hujan dan terik matahari, gak pernah ngeluh pas gue banting banting, gak pernah ngambek kalau gue omelin, gak pernah maki maki kalau gue lupa sama dia.

Gue nyesel karena selama ini gue baik sama dia, gak ngerawat  dengan baik, sampe akhirnya dia masuk service center dua bulan tapi gue gak pernah lelah nunggu dia kembali.


SEMESTA CUMA NGASIH KITA WAKTU SEBULAN BUAT BALIKAN, SEBELUM SEMUANYA HILANG.


makasih juga buat semua keluarga gue yang udah mau ikhlas gak marahin gue atas keteledoran gue dan selalu nasehatin gue kalau "ALL IS WELL". buat sodara sodara seperjuangan gue, buat mbak mbak kos gue yang selalu ngasih dukungan moril pada gue yang tengah sedih tingkat nasional ini dengan segala wejangan mulai dari yang " Sabar ya Put .. IKHLASIN aja udah .. lain kali hati hati ya.. rejeki kamu dan orang tuamu akan ditambah oleh ALLAH dan semoga bakalan dapet ganti IPHONE yang lebih baik ... amin"

buat yang terakhir, gue ngamininnya kenceeeng banget. hihihi :(

dan satu lagi, buat kakak Gue, mbak Dyka
setelah dia tahu berita hape gue diambil si BANG SAT itu, 


  


dia ngerasa bersalah gara gara abis servis bulan lalu gue niat maulangsung jual andronya biar gue gak liat dia rusak lagi, abisnya gue gak tega. jadinya pengen gue jual secara terhormat.. tapi eh, Neptunus berkata lain ...

ya udah lah ya, ibaratnya nasi sudah menjadi bubur, bubur udah masuk mulut, jalan ke perut .. dan endingnya ... (isilah dengan jawaban yang benar)

Kadang mikir, kenapa ujian datangnya barengan. Gak ujian akhir, gak ujian hidup. Ya Allah, nyuwun power !

tapi, woles aja ... ada sebuah quote yang mengatakan

ALAM AKAN SELALU MEMBERIKAN APA YANG KITA BUTUHKAN PADA WAKTUNYA. SO, WHAT ARE YOU WORRIED ABOUT?
 LIFE IS TOO SHORT ONLY IF YOU SPENT WITH SADNESS, FATE AND REGRET

Jumat, 21 Juni 2013

Little Child and Me :(

Hello readers,
udah lama sejak gue posting yang terakhir kali.



Gue udah sebulan ini ngisi liburan, tapi belom ada yang menarik yang bisa gue share ke kalian. liburan gue bener bener flat kaya TV 21 inch. Fiuh~

berhubung gue belum punya cerita yang menarik untuk diceritain seputar kehidupan liburan gue selama sebulan ini, gue mau cerita sesuatu yang lain.

Kebanyakan orang mungkin akan mempunyai keunikan dan keanehan masing masing pada dirinya, yang mungkin dia baru sadar setelah orang lain mengetahuinya, atau setelah seseorang itu mengalami nya sendiri berulang kali.

Gue juga merasakan hal yang sama.



Gue mempunyai kecenderungan gak bisa akrab sama anak kecil, yang berusia rentang usia 1 sampai 4 tahun. gu juga gak ngerti kenapa, acap kali pas gue bertemu dengan mereka gue berasa berhadapan dengan dosen menguji di ruang skripsi. KICEP~

Padahal mereka gak ngapa ngapain, cuma diem doang. gue malahan yang udah panas dingin duluan.


hal yang sama sepertinya juga dialamin oleh Onew SHINee yang juga gak bisa akrab sama anak kecil. kalo kalian suka K-pop dan udah pernah nontoh SHINee Hello Baby bisa keliatan banget, gimana awkward nya Onew sama Yeogeun yang masih umur 4 tahun. menurut berita yang gue baca, Onew takut sama anak kecil karena dia takut nyakitin anak kecil itu, entah nanti ngebuat nangis, jatuh atau sejenisnya.

dan kasus yang gue alamin adalah .. gue yang takut sendiri dengan mereka. gue takut pas gue berusaha berinteraksi sama mereka, mereka nangis, pukul gue, ampe melakukan hal anarkhis yang bisa dilakuin oleh anak usia 1 - 4 tahun itu.

FREAK BANGET KAN GUE??



beberapa kejadian yang bikin hati gue tergugah bahwa gue dan anak kecil emang gak bisa jadi sohib sejati baru baru ini terjadi sama gue.

sekitar 2 minggu lalu, anak dari kakak sepupu gue dateng ke rumah sama mamanya. namanya Daffa, usianya baru juga hampir 1 tahun. bukankah itu masa lucu lucunya? tapi guenya malah takut.
 ini bukan pertama kali gue ketemu sama dia, pas gue di Malang, beberapa kali gue pergi kerumahnya, dan gue sama dia fine fine aja. secara pas itu dia masih bayi dan belom bisa ngapa-ngapain selain melototin gue dengan tidur terlentang. tapi pas dateng ke rumah, baru juga gue liat .. dia udah nangis KEJER!

apa iya gue melototin dia, dia takut sama gue? padahal gue cuma berusaha buat bikin dia ketawa, tapi GAGAL! ditambah lagi gue bingung, mau bikin dia ketawa dia nangis, cuma gue liatin dia juga nangis. gue harus ngapain?

jawabannya adalah GUE HARUS ENYAH DARI HADAPANNYA! trims


cuma satu bayi aja bikin gue mau gila.
sepulangnya Daffa dari rumah gue, gue aman.. untuk sementara

tapi disaster moment menunggu gue di depan.

tetangga yang tinggal deket rumah kakek gue punya anak kecil juga, usia 3 tahunan namanya Egi. Awalnya dia fine fine aja sama gue, dan gue juga berusaha bersikap biasa aja sama dia. sampai pada suatu kejadian udah gak betemu beberapa hari sama dia dia berubah jadi ZOMBIE. eh!

Bukan. bukan.
maksud gue, dia berubah jadi anak kecil yang freak banget.
jadi super nakal, jahil dan yang paling parah adalah dia suka ngeludahin orang.
masya Allah *elus elus perut*

gue pernah jadi korban keganasannya, ampe mau gue sumpahin. kalo aja bukan anak tetangga, udah gue kutuk jadi Siwon!
Buset dah .. udah gak bisa dibilangin pake mulut lagi itu bocah. ITU ANAK SIAPA COBA HAH? SINI GUE TABOKIN!
*emosi sampe ubun ubun*

sampe pada kemaren sore, gue nemu banget cara super duper ampuh buat naklukin dia. Gue bersikap sama sekali gak peduli sama dia, mau dia ngajakin ngomong, mau dia ngoceh ampe kutuan gak gue gubris, mau dia ngapain gue ogah liat. dan berhasil.

dia jadi mohon mohon ke gue, janji janji ke gue gak bakalan ngeludahin orang lagi.
Heis.. dia pikir gue cewek gampangan yang mudah percaya ama rayuan gombalnya? *lho *apasih?
hahaha

untuk sementara gue pura pura aja masih marah dan sok cuek sama dia, padahal guenya cuma pura pura. lagian juga, kalo gak ditegasin itu bocah gedenya mau gimana, bisa bisa mukul orang pake tongkat golf kali ya.

Dari cerita diatas, gue bener bener ngalamin masa masa sulit kalo berurusan sama bocah. sampai sampai ke adik gue sendiri, gue dulu sedikit ilfil. mungkin kalo dulu alesan gue karena belum terima aja gue punya adek yang mikirnya ibugue bakalan gak sayang lagi sama gue, tapi sekarang udah sama sama gede jadi lebih ngerti aja.


sebenernya gue juga udah berusaha ngakrabin anak kecil berkat Minho SHINee. Gak tau kenapa, apa karena karismanya ampe bocah aja klepek klepek sama dia. dia seneng banget sama anak kecil. udah berapa puluh anak orang aja yang diajakin poto dan keliatan seneng banget tingkat dewa. Dia  pake pelet apa coba?
sedangkan gue cuma berhasil foto sama satu anak kecil yaitu Radit. itupun pungkin karena dia kepaksa foto sama guenya -__-


Pengen banget gue ngakrabin anak kecil, tapi gue pasti keabisan bahanobrolan kalo di depan mereka. mau gue ajakinbercanda tapi guenya takut bakalan nangis, mau gue ajakin maen tapi gue takut kalo bakalan jatuh dan sejenisnya.

menurut gue anak kecil susah banget buat dingertiin, kok anak kecil .. seseorang seusia gue aja gue juga gak ngerti gimana jalan pikiran mereka *ciee curhat?

hahaha ..
pokoknya, kalo gue nemu tips gimana caranya bisa akrab sama anak kecil, tolong dehya kasih tau gue segera. gue perlu banget untuk kelangsungan hubungan gue sama anak gue nanti (?)





 

Beautiful Days Template by Ipietoon Cute Blog Design